Basagita Community — Basagiters! Perbedaan generasi antara anak dan orang tua semakin jauh. Apalagi dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat. Namun, satu hal yang tetap harus diyakini bahwa pendidikan dan pembentukan karakter anak sejak kecil akan mempengaruhi kehidupan mereka kelak. Untuk memberikan dan menerapkan karakter yang baik pada anak, orang tua harus mengetahui beberapa hal apa saja kesukaan, sikap baik, minat, bakat, dan kebiasaan buruk mereka.  Termasuk kebiasaan buruk siswa di sekolah, di mana orang tua menitipkan anak untuk belajar dan berkembang.

Oleh karena itu, artikel kali ini akan menguraikan 10 kebiasaan buruk siswa yang harus diketahui orang tua. Kebiasaan dan sikap yang jika dibiarkan akan terbawa hingga anak dewasa, jelas sebagai orangtua Anda harus waspada akan masa depan anak-anak.

Kebiasaan Buruk Siswa Yang Wajib Diketahui Orangtua

1. Tidak Menghormati Guru

Dua puluh sampai tiga puluh tahun yang lalu, guru menjadi sosok pengganti orang tua di sekolah yang sangat dihormati. Jika guru menegur, maka siswa tidak ada yang berani melawannya. Tidak demikian dengan siswa generasi now. Kebebasan terkadang membuat mereka kebablasan. Membantah guru, tidak mendengarkan guru mengajar, tertidur dalam kelas menjadi sebagian dari bentuk tidak menghormati guru.

Meskipun tidak semua guru benar, anak tetap harus belajar menghargai dan menghormati sosok ini. Ajarkan pada anak agar berkata dengan cara baik jika berseberangan pendapat. Kebiasaan buruk tidak menghormati guru akan menghilangkan berkah dari ilmu. Siswa yang berhasil adalah yang menghormati gurunya.

2. Mencontek

pict source by: http://www.harnas.co/2017/07/19/-pengamat-menyontek-di-sekolah-merupakan-benih-korupsi

Banyak siswa akan menjawab pernah ketika mereka ditanya tentang menyontek. Sikap buruk yang sangat dilarang ini sepertinya menjadi rahasia umum di zaman yang menilai seseorang dari materi. Bahkan, Ujian Nasional yang menjadi momok seperti menjadi ajang diperbolehkannya menyontek. Siswa berharap nilai bagus dengan instan. Suatu sikap yang akan merugikan ketika anak menjadi dewasa. Tidak inginkan Basagiters mendapat bahwa bangsa kita menjadi bangsa penjiplak?

Sebagai orang tua, hendaknya menyadari benar kemampuan anak. Tidak memaksakan nilai tinggi dan peringkat bagus di luar kemampuan. Ini yang menyebabkan siswa kemudian berusaha dengan menyontek. Meraih yang diinginkan dengan cara buruk. Guru, sebagai pendidik di sekolah juga harus jeli menghadapi fenomena menyontek. Bukan mendorong siswa untuk melakukannya asal yang penting tidak ketahuan.

3. Nyipet

Kata “nyipet” tidak populer di kalangan orang tua. Kata tersebut populer di kalangan siswa sekolah menengah, yang berarti mengambil suatu barang tanpa diketahui pemilik. Apa sebutan Basagiters untuk hal tersebut? Mencuri bukan? Hanya saja istilah “nyipet” digunakan khusus untuk alat-alat sekolah, seperti penghapus, peraut pensil, pensil, pulpen, dan sebagainya.

Orang tua hendaknya lebih memperhatikan alat tulis anak agar kebiasaan buruk nyipet tidak berkembang menjadi besar, seperti korupsi di masa dewasa.

4. Bolos

Membolos merupakan tindakan keluar dari sekolah dan tidak mengikuti beberapa pelajaran, seharian atau hanya beberapa jam saja. Siswa yang membolos melakukan tindakannya secara diam-diam, tanpa ijin pihak sekolah dan orang tua. Beberapa siswa membolos dengan alasan tidak suka pelajaran hari itu, ingin bebas dari pelajaran sekolah sementara waktu, dan ada juga yang tidak mempunyai alasan selain kesenangan.

Bolos sebenarnya merugikan siswa atau anak sendiri. Oleh karena itu, orang tua harus jeli jika anak tiba di rumah sudah tidak memakai seragam. Tanyakan kepada anak dan konfirmasi ke sekolah perihal kehadiran anak di sekolah.

5. Bullying

pict source by: https://www.hindustantimes.com/columns/a-calmer-you-by-sonal-kalra-is-your-child-a-bully/story-zhdhJJYqBUu3S5JDdQbRuO.html

Bully marak diberitakan beberapa tahun belakangan ini. Jika ditinjau dari pihak yang membully atau korban, keduanya bermasalah. Namun, yang paling banyak disoroti adalah pihak korban bully. Bagi mereka, terkadang bully menghadirkan trauma mendalam.

Biasakan anak bercerita setiap hari tentang apa yang dialaminya di sekolah tanpa takut dan khawatir. Dengarkan tanpa perlu menghakimi. Jika ada masalah akan orang tua akan cepat mengetahui dan membantu menyelesaikan. Selain itu, setiap anak hendaknya belajar mempertahankan diri dan berkata tidak pada temannya dengan tegas. Anak yang selalu dibantu justru akan menjadi lemah dan rentan pembullyan. Tidak lupa untuk membiasakan rasa empati pada anak, agar kelak tidak menindas sesamanya.

6. Nongkrong

Nongkrong atau berkumpul di pinggir jalan dan keramaian sepulang sekolah menjadi kebiasaan siswa yang beranjak remaja. Untuk bersosialisasi, nongkrong mungkin perlu. Tetapi lebih banyak sisi negatif dari kegiatan ini. Menghabiskan waktu sia-sia, merokok, tawuran, dan sebagainya merupakan akibat dari kebiasaan siswa yang nongkrong. Anak akan lebih mudah terbawa dengan tindakan teman-teman yang buruk. Sosialisasi dapat dilakukan tanpa perlu ikut nongkrong.

7. Tawuran

Takaiters pernah mendengar perkelahian atau tawuran antar siswa sekolah yang menewaskan salah seorang siswa? Bahkan siswa yang menjadi korban ternyata tidak bersalah.

Yang menyedihkan, tawuran terjadi karena hal sepele. Misalnya, isu seorang teman satu sekolah dianiya oleh siswa sekolah lain. Tidak semua siswa yang ikut serta tawuran mengetahui apa penyebab mereka berkelahi. Kebanyakan hanya ikut-ikutan. Tawuran ini berkaitan dengan kebiasaan siswa nongkrong yang sudah dibahas sebelumnya.

8. Malak

Memalak atau meminta sesuatu secara paksa, biasanya dalam bentuk uang atau barang kerap terjadi pada siswa SMA. Jenis tindakan atau kebiasaan buruk siswa yang berkaitan erat dengan pembullyan dan senioritas di sekolah. Tentu saja malak ini merugikan. Bahkan ada siswa yang sampai mencuri untuk mendapatkan uang yang diinginkan pemalaknya.

9. Merokok

Sama halnya dengan tawuran, merokok berkaitan dengan kebiasaan nongkrong. Di komunitas siswa yang nongkrong, tampaknya tidak jantan jika siswa, khususnya laki-laki, tidak merokok. Banyak orang tua tidak memahami kebiasaan anak yang merokok, sampai mereka mendapati si anak mempunyai gangguan di paru-paru.

Untuk mendeteksi anak yang merokok, orang tua dapat sesekali mencium baju yang digunakan. Bau asap rokok sangat mudah dikenali. Perhatikan warna bibir anak. Bibir perokok agak menghitam warnanya. Jika orang tua mendapati anak yang demikian, ajak berbicara dari hati ke hati agar anak menghentikan kebiasaan buruknya.

10. Menonton Film Dewasa

Satu lagi kebiasaan buruk siswa yang sering tidak diketahui orang tua, yaitu menuntun film dewasa alias pornografi. Apalagi dengan maraknya gadget dewasa ini. Film demikian sangat mudah diakses. Pornografi akan merusak otak anak lebih dari yang Basagiters kira. Jika sudah kecanduan, tidak mudah dihilangkan.

Biasakan agar anak tidak mengunci handphone dengan password agar sesekali orang tua dapat mengaksesnya. Orang tua harus sama pandai dengan anak dalam menggunakan gadget. Psikolog terkenal Elly Risman mengatakan bahwa orang tua gaptek sebaiknya tidak membelikan anak gadget. Orang tua yang gaptek akan lebih mudah dibodohi anak dalam bermedia.

 

Demikian Basagiters, 10 kebiasaan buruk siswa yang harus diketahui orang tua. Semoga dapat bermanfaat dan siswa yang seharusnya menjadi generasi harapan masa akan datang terhindar dari kebiasaan tersebut.

 

[Ditulis oleh Nani Herawaty]


Basagita

Basagita community adalah tempat berkumpulnya para penulis. Baik penulis artikel, fiksi, copywriting, ghoswriter, dan sebagainya. Tidak hanya penulis pemula yang bergabung di situ, tetapi juga penulis senior yang beberapa karya tulisannya sudah diterbitkan oleh mayor publishing atau indie publisihing Bukan hanya berfungsi sebagai wadah yang menampung karya penulis yang ditayangkan di web kita basagita. Basagita community juga mengadakan kelas kepenulisan untuk para penulis pemula, seperti kelas fiksi dan nonfiksi. Selanjutnya mereka dilatih secara intens dalam challenge menulis, sebagai latihan untuk membuat tulisan mereka lebih bagus dan sesuai dengan kaedah PUEBI. Yang lebih menarik lagi, di Basagita Community, ada pasukan buzzer yang siap mempromosikan karya-karya anggota Basagita. Bagi anggota yang mempunyai hobi bisnis, pasukan buzzer juga siap ikut mempromosikannya. Pasukan buzzer juga siap bekerja sama dengan klien di luar komunitas Basagita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *