Basagita Community — Hai Sahabat Basagiters! Ada yang mempunyai rencana ingin memiliki sebuah hunian dalam waktu dekat ini, terutama rumah tahan gempa? Kalau iya, kamu wajib untuk memerhatikan aspek ketahanan bangunan terhadap gempa bumi ya!

Seperti yang kita tahu, Indonesia berada pada titik pertemuan tiga lempeng utama bumi. Yaitu lempeng Ueroasia, lempeng India-Australia dan lempeng Pasific. Ketiga lempeng ini terus bergerak dan kadang akan bertumbukan. Ini karena bumi selalu memperbaiki dirinya sendiri. Nah Basagiters, tumbukan tersebut yang membuat terjadinya gempa bumi.

pict from. Google

Jadi, potensi terjadinya gempa bisa kapan saja dan di seluruh wilayah Indonesia. Karena itu, amat penting untuk mengetahui, konsep bangunan tahan gempa. Konsep bangunan atau rumah tahan gempa adalah bangunan yang mampu bertahan, tetap berdiri dan tidak runtuh bila ada gempa bumi. Bangunan mempunyai fleksibilitas tinggi dan mampu meredam getaran tanah akibat gempa bumi.

Sebuah bangunan pasti tetap rusak bila ada gempa, karena getaran berasal dari dalam lapisan bumi, tempat semua bangunan berpijak. Tapi, bila menerapkan konsep bangunan tahan gempa, tingkat kerusakannya tidak fatal.

Beberapa tingkatan gempa dan akibatnya, bila bangunan menerapkan konsep tahan gempa.

  • Gempa ringan membuat bangunan mengalami kerusakan kecil, tapi tidak akan sampai mengakibatkan efek berarti pada struktur bangunan.
  • Sedangkan saat terjadi gempa sedang, struktur bangunan mungkin akan rusak sebagian, tapi masih tetap aman.
  • Ketika ada gempa besar, bangunan bisa saja rusak. Struktur bangunan bisa terkena efek gempa, namun, bangunan tetap berdiri dan tidak roboh, sehingga masih aman.

Nah, bedakan, bila bangunan rumah kita menerapkan konsep tahan gempa dan tidak, Basagiters? Bangunan rumah yang kita tempati akan lebih aman, kokoh dan stabil bila ada gempa bumi, sehingga aman bagi kita.

Apa saja karakteristik bangunan yang berkonsep tahan gempa, sehingga nyaman dan aman kita tempati?

Pondasi yang Kokoh.

pict from. Google

Pondasi merupakan bagian terpenting dalam sebuah bangunan. Pondasi bertugas menahan semua beban dan meneruskannya ke bumi. Gunakan batu kali sebagai bahan membuat pondasi. Kontur pondasi, lebar di bawah dan keatas semakin menyempit. Setidaknya kedalaman pondasi 75 cm. Buat pondasi secara terusan dan tidak terpotong. Silangan di tengah, juga harus simetris.

Struktur Cor Beton.

pict from. Google

Elemen struktur bangunan menggunakan cor beton dengan kerangka besi di sloof, pilar atau kolom dan balok ring. Sloof adalah struktur pengikat antara pondasi, dinding dan pilar. Pilar atau kolom adalah penopang untuk menahan beban. Sedangkan balok ring berfungsi untuk mengikat dinding di bawahnya dan menyangga beban atap.

Desain Simetris dan Sederhana.

pict from. Blogkamarku

Bangunan hunian dengan desain simetris mampu menahan gaya gempa, dan dapat menyebarkannya secara merata, ke semua elemen struktur bangunan. Bentuk yang sederhana juga bisa meredam dampak gempa bumi. Jadi, hindari membuat hunian yang rumit desainnya.

Material yang Seringan Mungkin.

Pilih dan gunakan material yang seringan mungkin untuk bangunan rumah. Sekarang ini, bangunan lebih banyak menggunakan batako ringan, kusen dari alumunium dan rangka atap dari baja ringan. Memang agak lebih mahal ya, tapi menjamin hunian kita tetap berdiri saat ada gempa.

Sistem Bongkar Pasang (Knock Down).

Sistem Knock Down, gampang di pasang dan mudah untuk di bongkar lagi. Ini lebih praktis, simpel dan bahan material yang dipakai sangat ringan. Biasanya sistem ini banyak dipakai pada bangunan sewa, yang digunakan secara tidak permanen. Misalnya ruko sewa dan membuat partisi kantor, sehingga mudah di desain ulang bila ada perubahan struktur pegawai.

 

Sebagus dan semahal apapun sebuah bangunan rumah, harus presisi dan teliti dalam pembuatan elemen struktural (pondasi, sloof, pilar, atap) maupun non struktural (pintu, jendela, ventilasi). Bila tanpa ketelitian pasti tidak akan bertahan lama. Perhitungan dalam penggunaan material semen, pasir dan besi juga membutuhkan ketelitian. Misalnya agar konstruksi cor kuat, gunakan perbandingan 1 ember semen, 4 ember pasir dan kerikil.

Sebenarnya, nenek moyang kita sejak dulu sudah menerapkan konsep ini. Seperti kita tahu, sebagian besar rumah adat, menggunakan material kayu dan memiliki pondasi kuat. Hal ini bisa kita lihat dalam beberapa rumah adat dari berbagai daerah.

Yang jelas, menggunakan kayu atau bahan lain, semua elemen struktur bangunan dalam bangunan rumah, harus memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Ada pengikat di tiap sambungan dan dan konstruksinya mampu menahan beban. Sehingga bangunan hunian Basagiters tetap aman ditengah ancaman gempa bumi.

 

[Ditulis oleh NCSuryani]


Basagita

Basagita community adalah tempat berkumpulnya para penulis. Baik penulis artikel, fiksi, copywriting, ghoswriter, dan sebagainya. Tidak hanya penulis pemula yang bergabung di situ, tetapi juga penulis senior yang beberapa karya tulisannya sudah diterbitkan oleh mayor publishing atau indie publisihing Bukan hanya berfungsi sebagai wadah yang menampung karya penulis yang ditayangkan di web kita basagita. Basagita community juga mengadakan kelas kepenulisan untuk para penulis pemula, seperti kelas fiksi dan nonfiksi. Selanjutnya mereka dilatih secara intens dalam challenge menulis, sebagai latihan untuk membuat tulisan mereka lebih bagus dan sesuai dengan kaedah PUEBI. Yang lebih menarik lagi, di Basagita Community, ada pasukan buzzer yang siap mempromosikan karya-karya anggota Basagita. Bagi anggota yang mempunyai hobi bisnis, pasukan buzzer juga siap ikut mempromosikannya. Pasukan buzzer juga siap bekerja sama dengan klien di luar komunitas Basagita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *