Basagita Community — Dunia fashion saat ini memang memiliki beragam mode dan gaya. Banyak sekali desainer yang berlomba menampilkan karya terbaiknya dalam menciptakan busana yang cantik, unik dan menawan. Desain khas Indonesia yang memiliki nilai unsur seni dan kebudayaan menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmat fashion dunia.

Terbukti dengan para desainer Indonesia yang berhasil menembus kancah internasional dalam menunjukkan karya desain fashion masa kini. Baru-baru ini enam desainer asal Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Modest Fashion Designer (IMDF) menunjukkan keindahan karyanya pada ajang peragaan busana terbesar yakni Paris Fashion Week 2018.

Para desainer asal Indonesia ini masing-masing membawa 15 koleksi dari karya terbaiknya dengan mengangkat sebuah tema Warisan Budaya Pesisir. Penggambaran secara nyata melalui fashion akan keanekaragaman budaya Indonesia yang kaya akan keindahan alam. Enam desainer ternama yang ikut serta dalam ajang bergensi itu antara lain sebagai berikut:

Melia Wijaya

pict from. Zimbio

Desainer pertama adalah Melia Wijaya yang menampilkan koleksi desain busana dengan tema wayang kulit. Inpirasi wayang kulit yang ia aplikasikan pada desain fashion miliknya diambil dari sosok Mahabarata. Warna yang ia gunakan berfokus pada warna premier seperti merah, hitam dan juga cokelat. Duchess menjadi bahan dasar yang digunakan untuk menciptakan gaun indah penuh makna yang di desain oleh Melia Wijaya

Jeny Tjahyawati

pict from. Goltune.com

Desainer kedua yang ikut serta meramaikan ajang bergensi Paris Fashion Week 2018 ini adalah Jeny Tjahyawati. Desainer ternama ini mengusung tema Bali The Island Paradise. Desainer yang satu ini menggunAkan Tenun Endek sebagai bahan dasar dalam busana rancangannya.

Tenun Endek menggunakan sutra dan benang katun membuat busana rancangannya menjadi sorotan utama. Pasalnya perpaduan Tenun Endek, dengan benang katun dan bahan viscose serta renda ini memiliki nilai seni yang tinggi. Jeny juga memberikan kombinasi pada koleksi terbarunya kali ini dengan memadukan plisket, ikat celup, dan tenun buatan tangan. Perpaduan tersebut memberikan efek pada busana yang dirancang berkesan budaya dan pesona indahnya Pulau dewata.

Lia Afif

pict from. Seruji

Pada kesempatan kali ini desainer Lia Afif mengusung tema “Criolla Charmera”. Berawal dari sebuah ide yang terinspirasi dari kata Criollo, salah satu jenis tanaman cokelat terbaik di dunia. Serta kata Charme yang berasal dari kota Prancis yang memiliki arti pesona.

Konsep dasar dari rancangan busana yang dipamerkannya menggunakan bahan Batik Jember dengan menggunakan sentuhan warna cokelat dipadukan dengan motif berupa hasil bumi beraksen biru elektrik. Dengan menggunakan siluet, desainer yang satu ini berusaha menonjolkan dua unsur yakni unsur glamor dan juga etnik dalam kain nusantara. Perpaduan bahan duchess, ciffon, organdi dan lace yang digunakan Lia berpadu indah dengan warna domain hitam.

Si.Se.Sa

pict from. PinkKorset.com

Terinspirasi dari kebudayaan pulau terbesar di Indonesia, desainer Si.Se.Sa mengangkat tema busana Fascinating Java dengan Batik Kudus sebagai bahan utamanya. Perpaduan seni bordir dari Tasikmalaya yang Si.Se.Sa gunakan dalam koleksinya kali ini menambah nilai seni busana berciri khas Indonesia.

Warna batik yang digunakan mengacu pada warna winter atau fall seperti batik pada umumnya. Bukan hanya berfokus pada warna tersebut saja, desainer yang satu ini juga meggunakan warna lain seperti pink, hitam, plum, ungu, rosewood dan juga salmon. Sedangkan penggunaan warna pada bordirnya, Si.Se.Sa menggunakan warna yang di dominasi warna pine, hijau, cokelat, cream, dusty pink, hitam dan sage.

Dengan konsep feminin sophisticated dan deluxe yang merupakan kombinasi dari jersey, tulle, dan chiffon membuat koleksi ini menjadi terkesan glamor. Terlebih dengan adanya taburan swarovski yang semakin membuat busana karya Si.Se.Sa semakin banyak peminatnya.

Ratu Anita Soviah

pict from. Haluan

Desainer yang selanjutnya adalah Ratu Anita Soviah dengan karya bertajuk Lentera. Dalam karyanya kali ini Ratu berusaha memperkenalkan Songket Palembang sebagai karya seni budaya dari negara Indonesia yang dikemas secara modern agar bisa menjadi tren fashion di kancah internasional.

Terdapat setidaknya 15 gaun dengan bahan dasar songket yang dikombinasikan dengan bahan polos berwarna-warni lengkap dengan motif hiasan songket seperti nampan perak atau bunga cino.

Ratu berusaha membuat gaun yang memiliki kesan elegan dan glamor tanpa menghilangkan nuansa etnic yang ingin ia kenalkan ke kancah dunia. Penambahan batu alam, payet dan swarovski dengan warna kontras semakin membuat kesan glamor terpampang secara nyata. Bukan hanya itu, Kesan lain bak putri kerajaan Eropa juga terdapat dalam karya busana ini.

Nila Baharuddin

pict from. Rilis.Id

Desainer yang terakhir adalah Nila Baharuddin yang mengangkat tema “Empire of Heaven”. Dengan menggunakan tujuh warna, pada setiap warna mewakili warna bunga. Sehingga memaksa setiap pasang mata yang menyaksikan memasuki dunia khayal bak surga. Pada koleksinya kali ini, desainer Nila Baharuddin menggunakan kain Tenun Garut dengan bulu sutra.

Ke-enam desainer asal Indonesia ini membuktikan jika karya dari dalam negeri juga mampu melenggang dalam kancah internasional. Terlebih dapat tampil di ajang fashion paling bergengsi seperti Paris Fashion Week 2018 merupakan salah satu kebanggaan bagi para desainer karena mampu mengharumkan nama Bangsa Indonesia.

 

[Ditulis oleh Elly Almayra]


Basagita

Basagita community adalah tempat berkumpulnya para penulis. Baik penulis artikel, fiksi, copywriting, ghoswriter, dan sebagainya. Tidak hanya penulis pemula yang bergabung di situ, tetapi juga penulis senior yang beberapa karya tulisannya sudah diterbitkan oleh mayor publishing atau indie publisihing Bukan hanya berfungsi sebagai wadah yang menampung karya penulis yang ditayangkan di web kita basagita. Basagita community juga mengadakan kelas kepenulisan untuk para penulis pemula, seperti kelas fiksi dan nonfiksi. Selanjutnya mereka dilatih secara intens dalam challenge menulis, sebagai latihan untuk membuat tulisan mereka lebih bagus dan sesuai dengan kaedah PUEBI. Yang lebih menarik lagi, di Basagita Community, ada pasukan buzzer yang siap mempromosikan karya-karya anggota Basagita. Bagi anggota yang mempunyai hobi bisnis, pasukan buzzer juga siap ikut mempromosikannya. Pasukan buzzer juga siap bekerja sama dengan klien di luar komunitas Basagita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *