Vaksin Difteri – Selama ini, vaksin dikenal hanya untuk kebutuhan anak-anak saja. Namun pada kenyataannya, vaksin juga sangat penting diberikan untuk orang dewasa. Bahkan, orang dewasa dianjurkan melakukan vaksin sebanyak tiga kali agar kebal terhadap suatu penyakit.

Beberapa waktu yang lalu, Indonesia dihebohkan dengan penyakit Difteri di beberapa kota. Difteri memang lebih sering menyerang anak-anak, namun bukan berarti orang dewasa bisa terbebas darinya. Maka dari itu, orang dewasa juga wajib diberikan vaksin Difteri agar dapat mencegah penyebaran penyakit tersebut.

Alasan Wajib Vaksin Difteri

Penyakit Difteri ini disebabkan oleh virus yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan, gagal jantung, kelumpuhan, hingga dapat menyebabkan kematian. Virus Difteri dapat tersebar melalui udara pada saat penderita batuk atau bersin. Memberikan vaksin Difteri kepada anak maupun orang dewasa, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap bakteri penyebab penyakit tersebut.

Pemberian vaksin Difteri pada rentang usia dewasa dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :

1. Belum Pernah Divaksin

Orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin difteri atau belum lengkap status imunisasinya, diberikan satu dosis Tdap. Selanjutnya, diikuti dengan vaksin Td sebagai penguat sebanyak tiga kali. Dengan pemberian dosis yang berjarak empat minggu antara dosis pertama dan kedua, dan untuk dosis ketiga diberikan setelah 6-12 bulan dari dosis kedua.

2. Vaksinasi Belum Lengkap

Bagi orang dewasa yang belum melengkapi atau menyelesaikan vaksin Td seri primer, diberikan sisa dosis yang belum terpenuhi. Perlu diketahui, bahwa vaksin hanya mampu memberikan perlindungan selama 10 tahun. Maka dari itu, jika sudah 10 tahun perlu diberikan booster atau vaksin ulang sebagai penguat.

Selain dibedakan menjadi dua jenis pemberian vaksin Difteri di atas, ada beberapa orang dewasa yang wajib mendapatkan vaksin Difteri atau vaksin Tdap. Mereka adalah orang dewasa yang memiliki kondisi seperti berikut ini.

• Orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksinasi Tdap.
• Orang dewasa yang lupa apakah sudah diberikan vaksinasi atau belum.
• Petugas kesehatan yang bersentuhan atau kontak langsung dengan pasien Difteri.
• Calon ibu yang belum pernah mendapatkan vaksinasi.
• Ibu hamil (booster Tdap sangat disarankan untuk diberikan di tiap kehamilan).
• Orang dewasa yang merawat bayi di bawah usia 1 tahun, termasuk orang tua, kakek-nenek, maupun pengasuh bayi.
• Orang dewasa yang bepergian ke tempat-tempat dengan status terdapat penyebaran Difteri di wilayah tersebut.
• Orang dewasa yang tinggal serumah, memiliki tetangga, atau pernah menengok penderita Difteri.

Vaksin difteri yang diberikan untuk orang dewasa, memiliki jenis berbeda dari vaksin Difteri untuk anak-anak. Vaksin Difteri untuk orang dewasa menggunakan vaksin Td/Tdap, yang merupakan vaksin DPT dengan reduksi antigen dan pertusis. Vaksin Tdap menggunakan komponen pertusis aseluler yang merupakan bakteri pertusis tidak aktif, sehingga sangat jarang sekali menyebabkan demam setelah melakukan vaksinasi.

Dengan kemungkinan yang akan terjadi pada orang dewasa terjangkit penyakit Difteri, maka pemberian vaksin ini memang sangat diperlukan untuk pencegahan penyebaran penyakit tersebut. Untuk itu, selain anak-anak, inilah alasan utama pemberian vaksin sangat penting bagi orang dewasa.

Vaksinasi Difteri untuk orang dewasa dapat dilakukan secara mandiri di fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta. Setelah mengetahui apa saja yang perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran Difteri, maka sebaiknya segera dapatkan vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Demikian ulasan mengenai pentingnya pemberian vaksin Difteri bagi orang dewasa. Semoga ulasan Basagita ini dapat bermanfaat bagi kamu dan keluarga. Semoga sehat selalu!


Basagita

Basagita community adalah tempat berkumpulnya para penulis. Baik penulis artikel, fiksi, copywriting, ghoswriter, dan sebagainya. Tidak hanya penulis pemula yang bergabung di situ, tetapi juga penulis senior yang beberapa karya tulisannya sudah diterbitkan oleh mayor publishing atau indie publisihing Bukan hanya berfungsi sebagai wadah yang menampung karya penulis yang ditayangkan di web kita basagita. Basagita community juga mengadakan kelas kepenulisan untuk para penulis pemula, seperti kelas fiksi dan nonfiksi. Selanjutnya mereka dilatih secara intens dalam challenge menulis, sebagai latihan untuk membuat tulisan mereka lebih bagus dan sesuai dengan kaedah PUEBI. Yang lebih menarik lagi, di Basagita Community, ada pasukan buzzer yang siap mempromosikan karya-karya anggota Basagita. Bagi anggota yang mempunyai hobi bisnis, pasukan buzzer juga siap ikut mempromosikannya. Pasukan buzzer juga siap bekerja sama dengan klien di luar komunitas Basagita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *