Basagita Community — Hai, Basagiters! Masih ingat dengan aktor Revaldo? Benar sekali, pemeran “Ada Apa Dengan Cinta” the series ini, karirnya meredup setelah terjerat kasus narkoba. Ternyata ancaman narkoba tidak hanya di kalangan artis atau orang-orang yang berkelas saja. Akan tetapi barang haram itu juga dapat mengancam seluruh elemen masyarakat, mulai pelajar bahkan sampai dengan pejabat. Bahaya ngelem yang mengintai banyak anak-anak Indonesia.

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa akhir pekan lalu ada sebuah kejadian yang cukup mengusap dada bagi semua orangtua di Kutisari, Surabaya. Polisi menangkap basah 10 pelajar sedang nge-fly bersama setelah ngelem.

Apa itu Ngelem?

pict from Okezone.com

Mungkin yang ada dalam pikiran kamu adalah kegiatan  merekatkan atau menempelkan sesuatu dengan alat perekat atau lem. Namun bukan itu yang akan kita bahas di sini. Ngelem adalah perilaku menghirup uap lem, zat pelarut, atau sejenisnya dengan tujuan untuk mendapatkan sensasi “fly” atau mabuk. Nah, berikut fakta seputar aktivitas ngelem yang sering disalah gunakan:

 

1. Murah dan Mudah Didapat

Berbeda dengan jenis narkoba lainnya, lem sangat mudah didapatkan dan harganya cukup murah. Namun, di balik manfaat lem sebagai alat perekat, banyak yang tidak menyangka ada bahaya dari bau lem yang sangat menyengat. Sebenarnya tidak hanya lem yang baunya berbahaya. Beberapa produk rumah tangga yang mudah menguap seperti aerosol, lem castol, isi korek api gas, cairan untuk dry cleaning, tinner, uap bensin, dan lain sebagainya dapat dikategorikan sebagai kelompok inhalasia.

 

2. Zat Adiktif Berbahaya

Zat adiktif adalah zat yang dilarang penggunaannya karena memberikan efek yang berbahaya buat tubuh. Zat adiktif yang terdapat pada lem adalah jenis Inhalasia, yang berfungsi sebagai depresan. Cara kerja depresan adalah memperlambat sistem kerja saraf pusat, mempengaruhi koordinasi gerak tubuh, dan mengganggu konsentrasi pikiran. Selain itu, kelompok zat adiktif ini juga dapat mengakibatkan kerusakan fisik dan mental yang tidak dapat disembuhkan.

 

3. Efek Seperti Narkoba

Kandungan zat kimia berbahaya yang terdapat pada lem memberikan efek seperti narkoba lain, yaitu dapat memberikan sensasi melayang-layang, halusinasi dan rasa tenang sesaat, meski efeknya hanya 5 jam. Selain itu mereka yang ngelem juga tidak merasakan lapar karena sensor lapar di susunan saraf tertekan oleh zat inhalan yang terdapat pada lem tadi.

 

Nah Basagiters, demikian bahaya ngelem yang harus kita waspasai. Bahaya ini mungkin bisa mengancam diri sendiri bahkan orang-orang tersayang di sekitar. Oleh sebab itu, mari kita tingkatkan kewaspadaan dan kepekaan terhadap orang-orang terdekat. Semoga Basagiters dan orang-orang di sekitar terhindar dari bahaya ngelem dan tetap sehat.

 

[Ditulis oleh Halimah Sadiyah]


Basagita

Basagita community adalah tempat berkumpulnya para penulis. Baik penulis artikel, fiksi, copywriting, ghoswriter, dan sebagainya. Tidak hanya penulis pemula yang bergabung di situ, tetapi juga penulis senior yang beberapa karya tulisannya sudah diterbitkan oleh mayor publishing atau indie publisihing Bukan hanya berfungsi sebagai wadah yang menampung karya penulis yang ditayangkan di web kita basagita. Basagita community juga mengadakan kelas kepenulisan untuk para penulis pemula, seperti kelas fiksi dan nonfiksi. Selanjutnya mereka dilatih secara intens dalam challenge menulis, sebagai latihan untuk membuat tulisan mereka lebih bagus dan sesuai dengan kaedah PUEBI. Yang lebih menarik lagi, di Basagita Community, ada pasukan buzzer yang siap mempromosikan karya-karya anggota Basagita. Bagi anggota yang mempunyai hobi bisnis, pasukan buzzer juga siap ikut mempromosikannya. Pasukan buzzer juga siap bekerja sama dengan klien di luar komunitas Basagita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *