Basagita Community — Hallo, Basagiters! Definisi tubuh sehat tidak cukup dengan berdiet dan berolahraga saja. Tubuh juga perlu liburan yang dapat memanjakan seluruh elemen pentingnya sehingga pikiran terasa tenang. Rutinitas harian di perkotaan dengan segala hiruk-pikuknya tentu menjadikan sebagian orang akan merindukan kembali alam yang tenang, bebas dan segar. Memadukan diet, olahraga dan liburan menjadi satu bukanlah hal yang sulit. Salah satunya dengan cara berkunjung ke bukit Batu yang terletak di Desa Sungai Luar, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Suasana Bukit Batu yang mengasyikkan dan menyejukkan mata

Bukit batu atau warga setempat lebih mengenalnya dengan istilah gunung batu ini mulai dikenal oleh masyarakat luas sejak awal tahun 2018. Banyak kalangan muda yang mengabadikan momen terbaiknya di atas bukit tersebut dan membagikannya melalui media sosial seperti instagram. Mulai dari yang hanya sekedar berfoto dengan latar pemandangan alam, melihat sunset hingga rela menginap demi melihat sunrise. Daripada Cuma sekedar berfoto, alangkah baiknya jika selama perjalanan anda bisa sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Maksudnya menjadikan wisata bukit batu sebagai salah satu destinasi alam yang menyegarkan sekaligus menyehatkan. Agar niat itu bisa tercapai anda perlu mengetahui komponen penting perjalanannya. Yuk simak!

Hal pertama yang harus anda tahu yaitu memahami rute perjalanan menuju bukit batu tersebut. Dari tugu kota Banjarbaru membutuhkan waktu 45 menit untuk bisa sampai ke dermaga di Kecamatan Aranio dengan menggunakan motor. Di sepanjang perjalanan anda akan disuguhkan dengan pemandangan yang luar biasa hijau. Perjalanan menggunakan motor lebih disarankan daripada naik mobil, karena jalannya yang berkelok dan cukup sempit.

Setibanya di dermaga, masih ada hal yang harus diperhatikan, yaitu Parkir motor. Usahakan memilih parkir yang paling dekat dengan kapal berlabuh. Ingat, energi anda harus benar – benar terjaga sampai tiba di Bukit Batu. Tarif parkir permotor berkisar antara 3000 – 5000 rupiah sehari atau bahkan semalaman penuh (jika anda menginap). Agar sampai dipuncak bukit batu tidak terlalu panas, sebaiknya berangkat saat matahari belum muncul atau jika berniat menginap maka waktu terbaiknya adalah siang hari sehingga bisa mendapatkan moment sunrise dan sunset sekaligus. Bagi penikmat bukit batu yang tidak menginap dan berangkat sejak pagi bisa menikmati sunset yang manis dari atas bukit atau sambil diperjalanan pulang kembali ke dermaga di atas kapal kelotok. Jangan lupa potret setiap moment terbaiknya.

Urusan rute, jadwal keberangkatan dan parkir motor pribadi sudah aman, maka saatnya anda mencari kapal atau umumnya disebut kelotok untuk disewa sebagai sarana mencapai bukit batu. Kelotok ini akan menemani anda seharian penuh, bahkan jika anda berniat menginap. Jadi, jangan khawatir tidak bisa pulang. Standar tarif sewa satu buah kapal kelotok ini yaitu 450.000 rupiah dan 500.000 rupiah jika menginap. Dalam satu kapal bisa memuat penumpang maksimal sebanyak 15 orang. Ajak teman yang banyak untuk mengurangi pengeluaran anda ya! Selama 1 jam anda akan cuci mata dengan hijaunya hutan, jernihnya air dengan pegunungan yang berpadu padan terhadap pesona langit biru. Kapal kelotok ini juga ada toiletnya, meskipun dalam bentuk yang sederhana, tapi ini cukup membantu jika tiba – tiba diperjalanan ingin buang air kecil.

 

Cukup puas dengan pesona perlintasan menuju bukit batu yang hijau, maka selanjutnya mata anda dihadapkan pada hamparan rumput yang menanjak dan tanah berbatu. Inilah waktu yang tepat untuk berolahraga agar bisa sampai ke puncak bukit batu. Kalori yang sudah anda simpan sejak tadi akan terbakar seiring dengan perjuangan setapak demi setapak langkah kaki. Untuk memudahkan pendaki, sebaiknya bawa tongkat sebagai pegangan. Biasanya ada kayu panjang dipinggiran bukit yang bisa diambil. Saat musim kemarau rumput ilalang yang tinggi menjulang akan berwarna kuning merata bak sabana Tanzania di Afrika.

Di balik rumput itulah batu – batu bersembunyi, jadi hati – hati setiap kali melangkah. Kurang lebih 5 menit mendaki sepertinya sudah cukup banyak mengeluarkan keringat. Beristirahatlah pada pos yang disediakan dan tataplah sejauh mata memandang, Maha Karya Sang Kuasa. Gunung, pulau – pulau kecil dan pepohonan dapat dengan tenang disapa oleh mata serta angin menyentuh kulit anda dengan ramah. Jika melakukan perjalanan siang hari gunakan sunblock dan sunscreen untuk mencegah kulit terbakar. Lanjutkan perjalanan hingga lokasi bendera merah putih berkibar. Itulah spot terbaik dari bukit batu.

Sesampainya di puncak bukit, sambil menikmati alam, energi yang terkuras selama perjalanan mendaki harus segera diganti dengan makanan yang tepat. Jangan sampai niat berlibur justru membuat sakit. Perhatikan dan siapkan dari awal perencanaan ke bukit batu untuk membawa bekal yang bersifat kering dan kaya akan zat gizi. Sebagian pendaki biasanya akan sangat menyukai mengonsumsi mie instant, apalagi sambil menikmati sejuknya angin pegunungan, tapi sayangnya mie instant tidak cukup kaya dengan zat gizi. Sebaiknya ganti dengan oatmeal dan susu, maka kebutuhan energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral sudah dapat dipenuhi. Jika perlu sediakan selalu madu dan coklat sebagai tambahan perbekalan terutama bagi pendaki yang berniat menginap dan menyaksikan indahnya sunrise saat membuka mata pertama kali. Bagi pengunjung yang hanya ingin menikmati alam tanpa menginap juga harus membawa bekal terutama air minum dan buah – buahan segar untuk mencegah dehidrasi. Membawa makanan yang cukup sangat dibutuhkan agar tidak kelaparan di atas bukit. Ingat membawa bekal yang banyak sah – sah saja, selama semuanya dimasukkan ke dalam tas punggung anda, jangan sampai membawa bekal menggunakan goody bag atau sejenisnya, karena akan menyulitkan perjalanan mendaki anda. Kurangi membawa bekal dengan kemasan yang isinya terlalu banyak angin, karena zat gizinya sedikit tapi memerlukan ruang ransel yang banyak.

Nah, seluruh komponen mulai dari pemandangan yang indah, berolahraga mendaki gunung sampai berdiet sehat dapat dilakukan secara bersama – sama dengan dikemas cantik selama perjalanan ke bukit batu, Kalimantan Selatan. Jadi berliburlah dengan cara yang sehat tanpa harus kehilangan waktu terbaik untuk kembali ke alam sambil menikmati panoramanya yang indah . Selamat berakhir pekan! Semoga bermanfaat.

 

 

[Ditulis Oleh : N.K.Afdhaliya]


Basagita

Basagita community adalah tempat berkumpulnya para penulis. Baik penulis artikel, fiksi, copywriting, ghoswriter, dan sebagainya. Tidak hanya penulis pemula yang bergabung di situ, tetapi juga penulis senior yang beberapa karya tulisannya sudah diterbitkan oleh mayor publishing atau indie publisihing Bukan hanya berfungsi sebagai wadah yang menampung karya penulis yang ditayangkan di web kita basagita. Basagita community juga mengadakan kelas kepenulisan untuk para penulis pemula, seperti kelas fiksi dan nonfiksi. Selanjutnya mereka dilatih secara intens dalam challenge menulis, sebagai latihan untuk membuat tulisan mereka lebih bagus dan sesuai dengan kaedah PUEBI. Yang lebih menarik lagi, di Basagita Community, ada pasukan buzzer yang siap mempromosikan karya-karya anggota Basagita. Bagi anggota yang mempunyai hobi bisnis, pasukan buzzer juga siap ikut mempromosikannya. Pasukan buzzer juga siap bekerja sama dengan klien di luar komunitas Basagita.

2 Komentar

Hafifah · 11/10/2018 pada 10:10 pm

aku kagum padamu 😂

fahmi · 19/10/2018 pada 3:35 pm

bagus untuk referensi liburan 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *