Basagita Community — Halo Basagiters! Pembukaan Asian Games 2018 di gelora Bung Karno beberapa waktu lalu telah berlangsung dengan sukses dan menuai banyak pujian. Acara spektakuler yang menampilkan berbagai pertunjukan tari dan lagu tersebut, tidak lepas dari peran orang-orang di balik layar yang membuat dan merealisasikan ide kreatif mereka. Salah satu penata tari (koreografer) dalam pertunjukan akbar ini adalah Eko Supriyanto.

sosok Eko Supriyanto (pict from google)

Konsep acara pembukaan Asian Games 2018 dibagi menjadi tiga tema. Segmen pertama dengan tema earth, yang diisi oleh 19 tarian dari Sabang sampai Merauke. Tarian tersebut antara lain, tari piring, tari zapin, tari Gandrung Lanang, tari Janger, tari Enggang, tari Maengket, dan tari Yospan. Segmen kedua bertema fire yang diisi oleh tarian kontemporer yang diadaptasi dari tari Kecak. Segmen terakhir dengan tema energy of Asia menampilkan tarian hiphop, ballet, parkour, dan kontemporer cube. Eko Supriyanto berkolaborasi dengan Deny Malik menjadi penata tari (koreografer) dalam pertunjukan yang melibatkan ratusan penari ini.

Eko Supriyanto adalah seorang penari, penata tari (koreografer), dan dosen tari. Laki-laki yang lahir di Banjarmasin, 26 November 1970 ini dibesarkan di Magelang dan belajar menari sejak kecil. Darah seninya mengalir dari kakek Eko yang berprofesi sebagai penari wayang orang Sriwedari, Solo. Eko Supriyanto belajar menari dengan kakeknya dan penari lain yang ada di daerahnya. Setelah lulus SMA, dia melanjutkan pendidikan di STSI, Solo, mengambil jurusan tari. Dia terus belajar tentang tarian dari para dosen di kampus. Selain itu di luar kampus, Eko juga berguru pada seniman tari, antara lain belajar tari kepada Sardono W Kusumo. Eko Supriyanto lalu melanjutkan studi S2 di University of California Los Angeles(UCLA). Di sini dia belajar teknik tari modern, improvisasi, dan koreografi. Saat belajar di UCLA, Eko juga mendapat kesempatan bertemu dan berkolaborasi dengan seniman tari dari  berbagai negara lain. Dari sinilah Eko mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang lebih luas tentang berbagai tarian dunia.

Eko Supriyanto (pict from google)

Nama Eko Supriyanto mulai dikenal orang, ketika dia ditunjuk oleh Madonna untuk menjadi koreografer sekaligus penari dalam konsernya “Drowned World Tour” pada tahun 2001. Selain itu, dia juga menjadi koreografer pada pertunjukan Lion King di Teater Broadway New York dan penata tari untuk perhelatan Miss World 2013 di Bali. Disamping berbagai karya tari, Eko Supriyanto juga menggarap koreografi untuk film antara lain film Opera Jawa dan Generasi Biru. Dia juga memiliki sanggar tari di Solo sebagai tempat belajar bagi orang-orang yang ingin belajar tari.

Itulah tadi sosok penari Eko Supriyanto yang telah berpengalaman dalam dunia tari dan koreografi. Kita patut bangga karena Indonesia memiliki orang-orang bertalenta yang mampu menghasilkan karya besar yang diakui oleh dunia.

 

 

[Ditulis oleh Apriliana Kuntorowati]


Basagita

Basagita community adalah tempat berkumpulnya para penulis. Baik penulis artikel, fiksi, copywriting, ghoswriter, dan sebagainya. Tidak hanya penulis pemula yang bergabung di situ, tetapi juga penulis senior yang beberapa karya tulisannya sudah diterbitkan oleh mayor publishing atau indie publisihing Bukan hanya berfungsi sebagai wadah yang menampung karya penulis yang ditayangkan di web kita basagita. Basagita community juga mengadakan kelas kepenulisan untuk para penulis pemula, seperti kelas fiksi dan nonfiksi. Selanjutnya mereka dilatih secara intens dalam challenge menulis, sebagai latihan untuk membuat tulisan mereka lebih bagus dan sesuai dengan kaedah PUEBI. Yang lebih menarik lagi, di Basagita Community, ada pasukan buzzer yang siap mempromosikan karya-karya anggota Basagita. Bagi anggota yang mempunyai hobi bisnis, pasukan buzzer juga siap ikut mempromosikannya. Pasukan buzzer juga siap bekerja sama dengan klien di luar komunitas Basagita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *