Basagita Community –¬†Jika mendengar kata Papua, mungkin yang langsung terlintas di benak Basagiters adalah Raja Ampat. Padahal ada banyak tempat eksotis lain yang ada di sana, salah satunya adalah Lembah Baliem. Bulan Agustus ini, akan diselenggarakan acara Festival Budaya Lembah Baliem yang sudah menjadi agenda tahunan pemerintah provinsi Papua. Bagaimana kemeriahan Festival ini? Berikut ulasannya.

Lembah Baliem [unchartedbackpacker]

Lembah Baliem [unchartedbackpacker]

Lembah Baliem adalah sebuah lembah yang berada di kawasan pegunungan Jayawijaya, termasuk dalam distrik Wamena, kabupaten Jayawijaya. Ada beberapa suku yang tinggal di Lembah Baliem, antara lain suku Dani, suku Yali, dan suku Lani. Festival Lembah Baliem awalnya adalah acara perang antar suku yang tinggal di sana, sebagai lambang kesejahteraan dan kesuburan. Festival ini dimulai sejak tahun 1989, berlangsung selama tiga hari di bulan Agustus. Festival Lembah Baliem tahun ini adalah penyelenggaraan ke 29.

Untuk tahun ini, Festival Lembah Baliem diadakan pada tanggal 7-9 Agustus 2018. Festival dibuka dengan upacara pernikahan massal adat Papua yang diikuti sekitar seratus pasangan. Selain itu pengunjung juga bisa menikmati berbagai atraksi budaya Papua antara lain karapan babi, upacara bakar batu, dan atraksi lainnya.

Lembah Baliem [staticflickr]

Lembah Baliem [staticflickr]

Puncak acara festival ini adalah simulasi tari perang dari suku-suku yang tinggal di daerah tersebut. Meskipun hanya simulasi, atraksi tari perang ini dipersiapkan dengan baik, mulai dari lokasi tarian yang luas dengan dekorasi panggung yang sarat dengan ornamen khas Papua, kostum penampil, dan senjata yang akan dipakai sebagai pelengkap atraksi. Tari perang kolosal ini akan melibatkan ratusan orang penari yang dibagi dalam beberapa kelompok.

Festival ini juga menampilkan alat musik tradisional Papua bernama Pikon. Pikon merupakan alat musik tiup yang terbuat dari kulit kayu, mengeluarkan suara khas yang merdu dan menenangkan. Tidak semua orang bisa memainkannya. Hanya orang tertentu saja yang bisa memainkan Pikon. Selain menikmati alunan Pikon, pengunjung bisa menikmati kuliner khas Papua dan juga dimanjakan oleh keindahan alam Lembah Baliem.

 

Papua memang sangat menarik bagi para pecinta petualangan untuk datang menjelajahi keindahan alam dan budayanya. Basagiters juga boleh mencoba datang ke sana dan menikmati pesona keindahan bumi Papua.

[Ditulis oleh Apriliana Kuntorowati]


Basagita

Basagita community adalah tempat berkumpulnya para penulis. Baik penulis artikel, fiksi, copywriting, ghoswriter, dan sebagainya. Tidak hanya penulis pemula yang bergabung di situ, tetapi juga penulis senior yang beberapa karya tulisannya sudah diterbitkan oleh mayor publishing atau indie publisihing Bukan hanya berfungsi sebagai wadah yang menampung karya penulis yang ditayangkan di web kita basagita. Basagita community juga mengadakan kelas kepenulisan untuk para penulis pemula, seperti kelas fiksi dan nonfiksi. Selanjutnya mereka dilatih secara intens dalam challenge menulis, sebagai latihan untuk membuat tulisan mereka lebih bagus dan sesuai dengan kaedah PUEBI. Yang lebih menarik lagi, di Basagita Community, ada pasukan buzzer yang siap mempromosikan karya-karya anggota Basagita. Bagi anggota yang mempunyai hobi bisnis, pasukan buzzer juga siap ikut mempromosikannya. Pasukan buzzer juga siap bekerja sama dengan klien di luar komunitas Basagita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *