Basagita Community [Fiksi Mini] – Sepucuk Surat Dari Ayah

Surat Dari Ayah

Nak, coba sini! Ada yang mau Ayah sampaikan. Mungkin tidak banyak, tetapi mampu membuatmu mengerti, kenapa selama ini, Ayah begitu keras kepadamu.

Anakku sayang. Tentu kamu masih ingat, beberapa hari yang lalu Ayah memarahimu di depan teman-temanmu. Bisa jadi kamu malu dan kesal sama Ayah, tapi percayalah, semua itu demi kebaikanmu. Ayah tidak ingin kamu bergaul dengan mereka, bukan karena mereka tidak selevel dengan kita, tetapi pengaruh mereka terhadap perilakumu, dari hari ke hari membuat Ayah khawatir.

Suatu hari Ayah mendapatimu merokok, lalu kamu mulai kelayapan tak kenal waktu. Kamu pulang malam bahkan tidak pulang berhari-hari. Di lain masa, Ayah menemukanmu tergeletak di jalanan, dengan tubuh lemas tidak berdaya akibat minuman keras. Semua itu menghancurkan hati Ayah. Apakah Ayah telah gagal mendidikmu menjadi manusia yang benar?

Nak, Ayah tidak tahu kapan ajal akan mengakhiri kehidupan Ayah di bumi ini, tapi bisa tidak sekali saja Ayah memohon kepadamu, jadilah anak Ayah yang begitu mencintai Ayah. Selalu bergayut manja di kaki dan pundak Ayah. Melarang Ayah pergi bekerja, bergelut di atas kasur sambil Ayah gelitik, bersepeda bersama, memancing ikan di sungai dan begitu banyak kenangan, yang membuat Ayah merasa begitu kehilanganmu, Nak.

Anakku sayang, tahukah kamu betapa bibir ini selalu melantunkan doa kepada Sang Khalik untuk memberkahi hidupmu. Menjadikanmu insan Tuhan yang berguna bagi kehidupan. Menjauhkanmu dari semua masalah dan menjadi kebanggaan keluarga. Doa yang tidak pernah putus walau nafas Ayah dari hari ke hari semakin tersengal.

Nak, jika Ayah bersalah, maafkanlah. Mungkin Ayah terlalu over protektif terhadapmu. Menjadikanmu terlihat lemah, padahal kamu lelaki. Ayah tahu, kamu selalu meneriakkan kalimat “Aku sudah besar, Ayah! Please, hargai privacy-ku! Aku bisa jaga diri! Jadi stop mencampuri urusanku “. Kamu tahu, Nak? Sebesar apapun kamu, di mata Ayah, kamu tetap anak kecil kesayangan Ayah. Ayah hanya takut, kamu berjalan menuju kegelapan. Ayah sangat tahu bagaimana rasanya hidup dalam penderitaan. Ayah sangat tahu bagaimana rasanya dibully, dikecewakan, disakiti dan dihancurkan oleh orang-orang yang mengaku teman, tetapi menusuk Ayah dari belakang.

Akh, maafkan Ayah, kalau terkesan curhat. Percayalah, Nak. Tidak ada yang lebih mencintaimu selain Ayahmu ini. Ayah tidak menuntutmu selalu menjadi orang baik, tetapi cobalah menjadi benar,walau itu sangat susah.

Dari Ayahmu Yang Selalu Merindukanmu.

***

Surat Dari Ayah

Aku menangis di depan pusara ayah. Setangkai bunga mawar putih kuletakkan di atas kuburannya. Membaca suratnya, membuat jiwaku sakit. Bagaimana bisa aku setega itu? Menyakiti orang yang begitu mencintaiku dengan segenap jiwa raganya. Lelaki yang senantiasa berkorban demi kehidupanku. Pria tangguh yang tidak pernah mengeluh dengan rasa sakit yang dia derita. Kenapa aku sebagai anak begitu tega memberikan luka yang begitu dalam, sehingga tanpa kusadari, kesedihan telah merenggut nyawa dan harapannya.

“Ayah, andai bisa kuputar waktu, takkan kubiarkan lidah jahat ini melukai hatimu. Betapa besar dosa yang telah kuciptakan. Entah bagaimana caranya aku memohon maaf. Aku menyesal Ayah, sangat menyesal. Bolehkah aku menyusulmu ke sana? Agar lelah dan semua rasa bersalah ini bisa berakhir. Bantu aku, Ayah?”

***

Surat Dari Ayah

Bumi senyap dalam kesedihan. Di dekat kuburan itu tumbuh sebatang pohon Kemboja berdaun jarang. Di antara dua cabang besar pohon tersebut, tergantung sesosok tubuh, yang terombang-ambing ditiup angin perkuburan. Lelaki muda itu, memilih jalan yang salah, walau Sang Ayah telah mengingatkan untuk menjadi benar. Dia telah mengakhiri hidupnya dengan seutas tali. Semilir angin semakin menderas.  Langit menghitam, dalam hitungan detik, hujan dan guntur berkejaran membelah bumi.

Kenapa manusia seringkali berakal pendek? Hujan merintih dalam kesedihan.

 

[Ditulis oleh: TRIBOY MUSTIKA]

 


Basagita

Basagita community adalah tempat berkumpulnya para penulis. Baik penulis artikel, fiksi, copywriting, ghoswriter, dan sebagainya. Tidak hanya penulis pemula yang bergabung di situ, tetapi juga penulis senior yang beberapa karya tulisannya sudah diterbitkan oleh mayor publishing atau indie publisihing Bukan hanya berfungsi sebagai wadah yang menampung karya penulis yang ditayangkan di web kita basagita. Basagita community juga mengadakan kelas kepenulisan untuk para penulis pemula, seperti kelas fiksi dan nonfiksi. Selanjutnya mereka dilatih secara intens dalam challenge menulis, sebagai latihan untuk membuat tulisan mereka lebih bagus dan sesuai dengan kaedah PUEBI. Yang lebih menarik lagi, di Basagita Community, ada pasukan buzzer yang siap mempromosikan karya-karya anggota Basagita. Bagi anggota yang mempunyai hobi bisnis, pasukan buzzer juga siap ikut mempromosikannya. Pasukan buzzer juga siap bekerja sama dengan klien di luar komunitas Basagita.

2 Komentar

Sarmina · 16/07/2018 pada 2:47 pm

Menyentuh.
Seperti segelintir remaja kini yang mudah mengambil keputusan dan berputus asa.

Btw… Ceritanya keren.

Syefrianidar · 18/07/2018 pada 7:54 am

Kak Triboy kereeennn. Fiksi mininya menusuk kalbu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *