Film Dilan – “Jangan rindu, itu berat! Biar aku saja,” ada yang ingat dengan sepatah kata yang saat ini sedang menjadi perbincangan warganet? Bahkan, sampai ada meme-nya juga loh. Yup, itu adalah penggalan kata yang sedang tenar saat ini. Penggalan kata dari film Indonesia, yakni film Dilan 1990. Kalau sudah ngomongin film ini, kayaknya seru abis yah. Soalnya selain filmnya yang bikin baper, kata-kata yang diucapkan Dilan (diperankan oleh Iqbal eks CJR) yang penuh dengan misteri pada Milea (diperankan oleh Vanessa Prescilla) membuat kaum hawa terpanah. Bukan hanya kalangan remaja, bahkan untuk kaum emak-emak juga demikian.

Film Dilan 1990 ini sebenarnya adalah film yang diangkat dari sebuah novel dengan judul yang sama karya Pidi Baiq, pembuatan filmnya pun tidak main-main. Karena benar-benar mengangkat tokoh dan lokasi yang sama seperti dalam buku.

Selain seru membicarakan konten cerita, ternyata ada yang lebih seru lagi loh. Buat kamu yang hobi travelling atau sekedar jalan-jalan menghilangkan penat, Basagita punya informasi mengenai beberapa tempat menarik yang dijadikan sebagai spot pembuatan film Dilan 1990. Lokasinya berada di Bandung dan hampir semuanya bernuansa romantis. Pastinya tidak akan membuat kamu menyesal saat berkunjung, bahkan akan menjadi satu kenangan terindah.

Apa saja dan di mana saja spot wisata yang romantis itu? Yuk, disimak! Siapa tahu bisa menjadi referensi tempat wisata untuk kamu dan keluarga.

Source from pikiran-rakyat.com

Film Dilan 1990

1. Kawasan Asia-Afrika

Bagi kamu yang sering jalan-jalan ke Bandung pasti sudah tidak asing lagi dengan kawasan ini. Tapi bila belum pernah sama sekali, tidak usah bersedih. Karena kawasan yang sudah direnovasi oleh Gubernur Bandung ini, ternyata memiliki  spot wisata yang menarik untuk dikunjungi loh. Di antaranya adalah bangunan tua dan klasik yang masih kokoh berdiri hingga saat ini. Untuk kamu yang senang dengan dunia fotografi, kawasan ini juga bagus  untuk spot selfie maupun wefie bersama teman dan keluarga tercinta.

Bangunan tua bergaya klasik yang dimaksud adalah Gedung Merdeka, Museum Konferensi Asia Afrika, Hotel Savoy. Ada juga Hotel Preanger yang menurut cerita merupakan gedung peninggalan zaman kolonial Belanda dan berbagai bangunan juga gedung lainnya yang pastinya tidak akan membuat kamu kecewa saat berkunjung ke Bandung.

2. Kawasan Cibeunying dan Cilaki

Kawasan Cibeunying adalah salah satu kawasan yang digunakan untuk syuting film Dilan 1990, tempat adegan Milea disematkan. Kawasan ini terkenal dengan spot wisatanya, yakni Taman Cibeunying. Konon taman ini sudah ada sejak zaman Belanda. Taman ini sekarang dijadikan kawasan jual-beli tanaman hias yang malah memberikan kesan indah dan warna-warni.

Sedangkan untuk daerah Cilaki, ada Taman Lansia yang dekat dengan Museum Geologi Bandung. Pepohonan yang rindang membuat sepanjang jalan kawasan taman terasa teduh. Kabar gembira untuk kamu yang hobi berburu makanan, kawasan Cilaki ini juga merupakan pusat jajanan kuliner. Biasanya kawasan ini akan sangat ramai pada malam hari, ada banyak pedagang kaki lima yang menjajakan kuliner andalannya di sepanjang jalan. Salah satu kuliner wajib dan terkenal di sana adalah Soto Sulung Cilaki. Ehm, kayaknya bakalan seru dan mengenyangkan yah!

3. Jalan Natuna

Menurut warga Bandung, jalan Natuna adalah potret kejayaan Bandung tempo dulu. Kamu tahu kenapa? Karena di sana ada banyak bangunan rumah yang bergaya vintage. Akan terasa suasana yang begitu teduh di sana, jalannya tidak terlalu lebar tapi ruas kanan dan kirinya penuh dengan pepohonan. Plus beberapa tempat nongkrong berupa café yang biasa digunakan remaja Bandung menghabiskan waktu bersama. Yakin, deh! Pasti akan membuatmu betah berlama-lama di sana.

Bagaimana, sudah penasaran belum? Yuk, ajak pasangan atau keluarga kamu untuk jalan-jalan ke Bandung di tempat syuting film Dilan 1990 ini. Selamat berlibur ya!


Basagita

Basagita community adalah tempat berkumpulnya para penulis. Baik penulis artikel, fiksi, copywriting, ghoswriter, dan sebagainya. Tidak hanya penulis pemula yang bergabung di situ, tetapi juga penulis senior yang beberapa karya tulisannya sudah diterbitkan oleh mayor publishing atau indie publisihing Bukan hanya berfungsi sebagai wadah yang menampung karya penulis yang ditayangkan di web kita basagita. Basagita community juga mengadakan kelas kepenulisan untuk para penulis pemula, seperti kelas fiksi dan nonfiksi. Selanjutnya mereka dilatih secara intens dalam challenge menulis, sebagai latihan untuk membuat tulisan mereka lebih bagus dan sesuai dengan kaedah PUEBI. Yang lebih menarik lagi, di Basagita Community, ada pasukan buzzer yang siap mempromosikan karya-karya anggota Basagita. Bagi anggota yang mempunyai hobi bisnis, pasukan buzzer juga siap ikut mempromosikannya. Pasukan buzzer juga siap bekerja sama dengan klien di luar komunitas Basagita.

4 Komentar

lana Ra · 01/02/2018 pada 9:39 am

jadi pengen jalan2 ke bandung kak. nice spot ya, sambil ngayal2 dikit laahh jadi milea hahahaha

    Basagita · 02/02/2018 pada 12:00 am

    Hihi, banyak pengen jadi Milea nih kayaknya

    Anang · 02/02/2018 pada 11:56 am

    Gk ada fotonya, Mbak. Kurang greget deh…

      Basagita · 03/02/2018 pada 3:23 am

      Terima kasih sudah berkunjung, ke depannya akan diperbaiki kembali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *