Basagita Community — Seperti yang kita tahu ATM berfungsi untuk menarik uang tunai kapanpun kita butuhkan. Dibalik kemudahan itu, ternyata banyak kasus yang terjadi gara-gara ATM. Seperti kejadian baru-baru ini, masyarakat dihebohkan dengan kasus skimming atau penggandaan data nasabah sehingga rekening nasabah secara misterius terkuras hanya dalam waktu singkat. Untuk mengatasi kasus ini,  Bank Indonesia (BI) mewajibkan seluruh bank melakukan migrasi dari magnetic stripe ke teknologi chip, demi keamanan nasabah melakukan transaksi melalui ATM.

pict from Tribunnews.com

Beberapa Bank sudah melalukan migrasi dari ATM magnetik strip ke teknologi chip untuk menjamin keamanan rekening nasabahnya. Beberapa bank yang sudah migrasi diantaranya adalah; Bank Mandiri, BCA, BNI, CIMB niaga dan BRI. Dimana proses penggantian akan dilakukan pihak bank secara bertahap, namun Bank Indonesia (BI) menargetkan seluruh Bank harus sudah menggunakan Chip pada tahun 2021.

Untuk memperlancar program migrasi ini, pihak bank telah menginformasikan kepada nasabahnya melalui sms. Pemberitahuan melalui sms ini, tidak langsung kepada seluruh nasabah. Hanya nasabah yang mengalami masalah dengan ATM yang mendapat sms dari pihak bank. Informasi selanjutnya oleh pihak bank di pasang di surat pemberitahuan resmi yang ditempel di tembok dekat nasabah biasa mengantri.

Jika Anda tidak menerima sms, berarti ATM Anda tidak sedang bermasalah. Akan tetapi Anda harus tetap melalukan migrasi ini. Sayangnya, banyak nasabah yang masih enggan mengganti ATM karena masih nyaman menggunakan ATM lama.

Sampai saat ini beberapa bank masih tampak sibuk. Banyak nasabah yang mendatangi bank tempat mereka membuka rekening. Seperti bank BRI cabang Celep Sidorjo kemarin siang, nasabah sampai mengantri sambil berdiri di depan Customer servise BRI. Beberapa nasabah yang baru datang, terpaksa pulang karena dapat dipastikan mereka tak terlayani dan memilih datang kembali besok pagi.

Sebenarnya tahukah Anda apa perbedaan ATM Magnetic Stripe dengan ATM berteknologi chip, dan haruskah kita melakukan migrasi? Nah, Basagiters mari kita simak beberapa informasi berikut ini!

ATM Magnetic Stripe

ATM magnetic stripe adalah jenis kartu yang mampu menyimpan data dengan memodifikasi partikel magnet berbasis besi kecil pada pita bahan magnetik pada kartu,garis magnetik akan terbaca ketika kita menggesekkan kepala pembacaan maknetik.

pict from SlideShare

Sebenarnya ATM dengan magnetic stripe ini juga aman, namun Anda harus lebih berhati-hati dan waspada. Misal, saat mengetik nomor pin, Anda dianjurkan menutupnya dengan tangan agar orang lain tidak menetahui pin Anda. Selain itu juga sebaiknya Anda mengubah PIN secara berkala untuk meminimalisir kejadian pembobolan rekening.

ATM Berteknologi Chip

pict from Google

ATM berteknologi chip ini memiliki pin. Kartu chip tidak akan terbaca bila tidak ada pin. Tiap transaksi dengan kartu chip, akan muncul serangkaian nomor yang dikirim ke bank terkait. Hal tersebut berguna bagi bank untuk melakukan verifikasi bahwa kartu memang digunakan nasabah. Sebab tiap transaksi akan menghasilkan serangkaian angka yang berbeda. Sehingga tindak kejahatan akan sulit dilakukan.

Cara melakukan migrasi ke ATM chip

Jika Anda ingin melakukan penggantian ATM Anda ke ATM chip, Anda dapat pergi ke bank penerbit ATM di seluruh cabang bank. Penggantian ini tidak harus di bank tempat anda membuka rekening. Penggantian ini bisa di layani di customer service, pastikan Anda harus sabar mengantri.

 

Nah Basagiters, jika Anda hendak  melakukan pengurusan migras ATM, siapkan kartu ATM, buku tabungan dan KTP Anda. Pengurusan migrasi ATM ini tidak dipungut biaya, hanya saja harus dilakukan oleh nasabah sendiri ya, Basagiters. Jika Basagiters belum melakukan migrasi kartu ATM ke teknologi chip, segeralah datang ke bank penerbit ATM. Mintalah penggantian kartu ATM demi keamanan uang Anda di rekening. Selamat mengantri ya, Basagiters!

 

 

[Ditulis oleh Halimah Sadiyah]

Kategori: Uncategorized

Basagita

Basagita community adalah tempat berkumpulnya para penulis. Baik penulis artikel, fiksi, copywriting, ghoswriter, dan sebagainya. Tidak hanya penulis pemula yang bergabung di situ, tetapi juga penulis senior yang beberapa karya tulisannya sudah diterbitkan oleh mayor publishing atau indie publisihing Bukan hanya berfungsi sebagai wadah yang menampung karya penulis yang ditayangkan di web kita basagita. Basagita community juga mengadakan kelas kepenulisan untuk para penulis pemula, seperti kelas fiksi dan nonfiksi. Selanjutnya mereka dilatih secara intens dalam challenge menulis, sebagai latihan untuk membuat tulisan mereka lebih bagus dan sesuai dengan kaedah PUEBI. Yang lebih menarik lagi, di Basagita Community, ada pasukan buzzer yang siap mempromosikan karya-karya anggota Basagita. Bagi anggota yang mempunyai hobi bisnis, pasukan buzzer juga siap ikut mempromosikannya. Pasukan buzzer juga siap bekerja sama dengan klien di luar komunitas Basagita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *