Basagita Community – Senang, berdebar, tapi juga khawatir. Kira-kira begitukah perasaan Anda saat istri dinyatakan hamil? Menjadi calon ayah merupakan sebuah tantangan, anugerah, sekaligus hal yang mendebarkan bagi setiap pria. Betapa tidak, karena kehadiran si kecil bukan hanya akan mengubah status tapi juga akan mengubah hidup . Jangan panik walaupun si kecil hadir dengan 1001 hal yang tidak terduga. Anda bisa menyiapkan diri dengan empat hal berikut sebelum kelahirannya.


1. Persiapan mental.

Mental atau jiwa adalah salah satu persiapan penting yang harus diperhatikan oleh seorang calon ayah. Karena terus terang memiliki anak akan sangat merepotkan tapi juga sangat menyenangkan. Anda mungkin akan menghadapi banyak kekhawatiran baru begitu si kecil dinyatakan hadir di dalam kandungan istri. Di antaranya kekawatiran tidak bisa menjadi ayah yang baik, kekawatiran finansial, kesehatan anak, bagaimana masa depan anak, kekawatiran akan relasi yang berubah bersama istri, dan lain-lain. Tentu saja kekhawatiran tersebut memiliki alasan, tapi bukan berarti Anda harus berkutat terus menerus di dalamnya.

Yakinkan pada diri bahwa ketika Anda sudah mendapatkan amanah anak dari Tuhan, berarti Anda cukup kuat dan tangguh untuk melewatinya. Nikmati peran Anda sebagai ayah dan suami. Banyak berdoa dan mendekatkan diri kepada Ilahi, atau membaca buku dan sharing tentang persiapan menjadi ayah. Yakinlah bahwa ketika dijalani, kekhawatiran itu akan menghilang seiring momen menyenangkan yang Anda alami.

2. Persiapan fisik.

Memiliki anak berarti Anda harus lebih banyak meluangkan waktu dan menghabiskan energi. Misalnya untuk menemani istri begadang saat menyusui. Anda memang tidak harus begadang semalaman penuh, tapi tentu saja terbangun tengah malam yang tadinya bukan merupakan rutinitas sedikit banyak akan mengganggu kesehatan Anda. Maka  siapkan fisik Anda sejak dini. Berolahraga teratur, makan makanan sehat, serta melengkapi asupan gizi dengan multivitamin adalah langkah yang bisa Anda lakukan. Selain itu, ketahuilah bahwa seorang anak juga bisa menguras fisik ayahnya habis-habisan.

Tahukah anda bahwa tenaga 1 orang toddler bisa mengubah ruangan yang rapi jali menjadi bak kapal pecah hanya dalam waktu beberapa menit? Si kecil bisa jadi memiliki energi full hingga jauh malam masih bisa tertawa, berlari, dan melompat sementara Anda bertanya-tanya kapan dia akan menyerah dan tertidur. Tentu Anda memerlukan tenaga tambahan untuk mengimbanginya sebelum ia diangkat ke tempat tidur oleh sang ibu. Kerja sama dengan istri sangat diperlukan saat ini.

3. Persiapan finansial.

calon ayah [unsplash]

calon ayah [unsplash]

Tak bisa dipungkiri bahwa bertambah nya jumlah anggota keluarga berarti juga bertambahnya kebutuhan dana. Anak membutuhkan banyak biaya di masa depannya, entah itu untuk kesehatan atau pendidikan. Maka rencanakan persiapan finansial sejak si kecil lahir. Investasikan harta Anda di pos-pos yang tepat. Jika Anda mau, Anda bisa memiliki asuransi kesehatan untuk si kecil. Cari tahu pula kisaran biaya pendidikan di tiap tingkatan agar Anda dan istri bisa merencanakan keuangan dengan baik. Usahakan untuk menyisihkan  10 sampai 30% dari gaji untuk tabungan dan investasi, sebelum menghabiskannya untuk konsumsi.


4. Turunkan standar.

Mungkin selama ini Anda adalah laki-laki yang rapi, perfeksionis, dan memiliki standar tinggi. Tapi begitu si kecil hadir di tengah-tengah Anda, usahakan untuk menurunkan beberapa standar dalam kehidupan Anda. Misalnya yang paling krusial adalah standar kerapihan rumah. Rumah yang memiliki anak kecil sehat dan aktif, memang jarang sekali bisa rapi dalam waktu 24 jam. Maka jangan stres atau mengeluh setiap kali Anda pulang bekerja dan melihat beberapa mainan masih berserakan di ruang tengah, misalnya. Cobalah berdamai dengan keadaan, diskusikan dengan istri ruang apa yang masih boleh berantakan dan ruang apa yang Anda ingin sudah rapi saat Anda pulang bekerja. Terkadang dekorasi ruangan juga tidak sesuai dengan selera Anda.

Hal lainnya, hubungan intim dengan istri. Untuk sementara memang Anda harus lebih pengertian. Di masa awal memiliki anak, kualitas dan kuantitas hubungan intim memang akan berkurang, tapi tidak selamanya, kok. Setelah si kecil punya jam tidur yang teratur, Anda dan istri akan kembali menikmati hubungan intim yang nyaman. Percayalah bahwa semua pengorbanan itu sepadan dengan semua kebahagiaan yang Anda dapatkan dengan memiliki anak.

Bagaimanapun menjadi seorang ayah adalah anugerah. Tidak semua orang di dunia mendapat kesempatan untuk memiliki anak. Maka nikmatilah masa-masa ‘repot’ menjadi  calon ayah, dan kelak Anda akan mengenangnya sebagai memori paling indah dalam hidup. [Adzra Tsabitha]


Basagita

Basagita community adalah tempat berkumpulnya para penulis. Baik penulis artikel, fiksi, copywriting, ghoswriter, dan sebagainya. Tidak hanya penulis pemula yang bergabung di situ, tetapi juga penulis senior yang beberapa karya tulisannya sudah diterbitkan oleh mayor publishing atau indie publisihing Bukan hanya berfungsi sebagai wadah yang menampung karya penulis yang ditayangkan di web kita basagita. Basagita community juga mengadakan kelas kepenulisan untuk para penulis pemula, seperti kelas fiksi dan nonfiksi. Selanjutnya mereka dilatih secara intens dalam challenge menulis, sebagai latihan untuk membuat tulisan mereka lebih bagus dan sesuai dengan kaedah PUEBI. Yang lebih menarik lagi, di Basagita Community, ada pasukan buzzer yang siap mempromosikan karya-karya anggota Basagita. Bagi anggota yang mempunyai hobi bisnis, pasukan buzzer juga siap ikut mempromosikannya. Pasukan buzzer juga siap bekerja sama dengan klien di luar komunitas Basagita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *