Basagita Community — Basagiters, pernahkah Anda mendengar lagu Jangkrik Genggong? Lagu ini legendaris lho Basagiters! Lagu lawas yang dipopulerkan Waljinah, seorang penyanyi keroncong kawakan, sudah menjadi jargon kota lumpia. Bahwa kali atau sungai di Semarang banjir.

Semarang adalah kota yang secara geografis terletak di pesisir pantai utara. Bahkan ada daerah yang kontur tanahnya berada di bawah permukaan air laut. Hal ini membuat sebagian wilayah sering terendam air rob. Kulinernya yang kaya rempah juga menjadi salah satu daya tarik utama kota Semarang.

Selain lagu ciptaan Anjat Any ini, ada juga kuliner Semarangan yang tak kalah legendaris. Kuliner unik dengan cita rasa khas. Kuliner kaya rempah ini hanya bisa didapat pada waktu-waktu tertentu, Basagiters.

Tiga kuliner kaya rempah khas Semarang yang cara pembuatan dan bahannya khusus. 3 Kuliner ini mengandung banyak rempah seperti yang disebutkan tadi. Komoditi yang menjadi daya tarik bangsa Eropa untuk menjajah Indonesia. Apa saja kuliner khas ini, simak yuk, Basagiters.

Kopi Arab

pict from aMuslima

Kopi Arab adalah jenis kopi yang diracik dengan 7 macam rempah. Yaitu kapulaga, cengkeh, daun jeruk, jahe, kayu manis, sereh, dan daun pandan. Semua rempah direbus selama berjam-jam bersama kopi. Disajikan menggunakan cangkir kecil.

Kopi Arab ini dibawa oleh pedagang Arab Yaman. Pedagang Yaman, dulu sering berlabuh di kampung Melayu. Di kampung ini ada sebuah masjid tua, masjid Layur, dengan bangunan mercusuar di sampingnya.

Pedagang Yaman terbiasa menunggu waktu berbuka puasa di dekat masjid sambil membuat kopi. Tradisi ini masih dijaga hingga kini. Setiap bulan puasa tiba, masjid Layur menyediakan takjil yang terdiri dari kopi Arab dan 3 biji kurma.

Roti Gandjel Rel

pict from Seputar Semarang

Roti ini awalnya bernama roti gambang. Karena rasanya yang alot, agak keras, dan bentuknya mirip bantalan rel, orang Semarang menyebutnya Ganjel rel.

Roti ini sudah ada sejak zaman kolonial, loh. Ganjel rel mirip roti ontbijtkoek, roti sarapan orang Belanda. Tekstur roti ini seperti roti bantat. Paduan kayu manis, rempah, wijen, dan gula aren yang pas, membuat rasanya unik.

Roti ini sangat cocok untuk sarapan atau teman minum teh sore hari. Tradisi Semarangan, roti ini dibagikan gratis sehari sebelum bulan puasa. Sebagai simbol supaya tidak ada ganjalan dan rintangan selama menjalankan puasa.

Jamu Jun

pict from Google

Jamu jun lebih mirip bubur sumsum yang encer. Terbuat dari tepung beras ketan, santan, gula, daun pandan, dan 12 macam rempah. Semua bahan dimasak sampai kental. Disajikan dengan topping merica bubuk.

Cara memasaknya pun unik. Menggunakan sebuah wadah dari tanah liat. Bentuknya mirip sebuah gentong kecil. Wadah ini yang dinamakan jun. Dari sinilah nama jamu jun berasal.

Konon, jamu jun berasal dari Demak dan Jepara. Namun, si pembuat merantau dan berjualan di Semarang. Kini di Demak dan Jepara, jamu ini malah sudah hilang.

Ketiga kuliner legendaris Semarangan ini memiliki rasa unik karena dibuat dari bahan rempah. Rasa gurih, pedas, manis, dan menghangatkan memberi sensasi beda.

Beberapa produsen makanan dan kedai kopi, mulai memasukkan 3 kuliner ini dalam daftar menu mereka. Jadi saat Sahabat Basagiters, berkunjung ke Semarang, bisa menjadi buah tangan atau sebagai tujuan berwisata kuliner.

 

[Ditulis Oleh : NCSuryani]


Basagita

Basagita community adalah tempat berkumpulnya para penulis. Baik penulis artikel, fiksi, copywriting, ghoswriter, dan sebagainya. Tidak hanya penulis pemula yang bergabung di situ, tetapi juga penulis senior yang beberapa karya tulisannya sudah diterbitkan oleh mayor publishing atau indie publisihing Bukan hanya berfungsi sebagai wadah yang menampung karya penulis yang ditayangkan di web kita basagita. Basagita community juga mengadakan kelas kepenulisan untuk para penulis pemula, seperti kelas fiksi dan nonfiksi. Selanjutnya mereka dilatih secara intens dalam challenge menulis, sebagai latihan untuk membuat tulisan mereka lebih bagus dan sesuai dengan kaedah PUEBI. Yang lebih menarik lagi, di Basagita Community, ada pasukan buzzer yang siap mempromosikan karya-karya anggota Basagita. Bagi anggota yang mempunyai hobi bisnis, pasukan buzzer juga siap ikut mempromosikannya. Pasukan buzzer juga siap bekerja sama dengan klien di luar komunitas Basagita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *