Basagita Community — Siapa yang tidak kenal dengan Jogjakarta? Sebuah daerah yang memiliki keistimewaan tersendiri di bagian wilayah pulau Jawa. Kota Jogja terkenal akan keindahan alam yang memukau dan beragam destinasi wisata. Jajaran pantai Laut Selatan yang memesona, hingga wisata seni dan budaya serta sejarah membuat kota ini menjadi populer. Tak heran jika Jogjakarta mampu menjadi magnet bagi setiap pengunjung yang datang baik untuk melancong atau singgah untuk sesaat.

Selain terkenal akan tujuan wisata yang menarik, kuliner dari kota istimewa ini juga mampu menjadi daya tarik para wisatawan yang datang berkunjung. Sebut saja gudeg, makanan khas Jogjakarta ini pasti menjadi salah satu menu wajib yang  harus di dicoba saat berkunjung. Namun tahukah Basagiters, jika ada jenis makanan lain selain gudeg yang wajib dicoba saat menginjakkan kaki di kota istimewa ini? Kira-kira apa saja ya? Simak ulasan dari Basagita berikut ini.

Lima jenis makanan khas Jogjakarta selain gudeg yang wajib Basagiters coba.

Sego Pecel Bu Wiryo 1959

pict from. Kabar Kuliner

Sego Pecel Bu Wiryo lebih dikenal dengan naman SGPC ini merupakan salah satu makanan legendaris yang terkenal akan kelezatannya sejak tahun 1959. Nasi yang dilengkapi dengan berbagai macam  lauk yang beraneka ragam mulai dari sate telur puyuh, sate usus, telur ceplok, dan berbagai macam gorengan. Bumbu pecel yang digunakan begitu terasa, dan berpadu dengan beragam pilihan lauk menambah kelezatan sego pecel legendaris ini. Untuk dapat menikmati satu porsi sego pecel Bu Wiryo, Basagiters bisa berkunjung ke Jalan Agro 10, Caturtunggal, Sleman, Jogjakarta.

Sate Klatak Pak Bari

pict from. liputan6.com

Sate Klatak Pak Bari merupakan salah satu destinasi wisata kuliner paling populer. Pasalnya tempat ini dikunjungi Rangga dan Cinta pada film AADC 2 sehingga membuat namanya kian tersohor. Terlepas dari nama ketenarannya yang melambung tinggi karena film tersebut, sate kambing Pak Bari memang terkenal akan kelezatannya. Potongan daging yang besar serta bebas prengus membuat sate ini menjadi kuliner wajib yang harus Anda coba saat berkunjung ke Jogjakarta.

Salah satu keunikan yang dimiliki sate ini adalah penyajian yang tidak seperti sate pada umumnya. Sate klatak tidak disajika dengan tusuk lidi seperti sate pada umumnya. Sate klatak menggunakan jeruji sepeda, sehingga menjadikannya dalam makanan unik. Untk bisa menikmati satu porsi sate klatak, Anda bisa mengunjungi Pasar Wonokromo, Pleret, Bantul, Jogjakarta.

Mie Ayam Bu Tumini

pict from. Google

Siapa yang tak suka dengan makanan yang satu ini, hampir disetiap tempat makanan yang satu ini bisa dijumpai dengan mudah. Namun mie ayam Bu Tumini berbeda dengan mie ayam yang lainnya. Pasalnya makanan yang satu ini memiliki ciri khas, yakni memiliki kuah yang sangat kental berwarna cokelat dengan rasa yang nikmat. Jika pada umumnya potongan daging ayam pada olahan makanan ini kecil-kecil, berbanding terbalik dengan mie ayam Bu Tumini yang memiliki potongan besar-besar lengkap dengan ceker ayam yang menggoda lidah.

Mangut Lele Mbah Marto

pict from. Tribunnews.com

Kuliner khas Jojga lainnya adalah mangut lele Mbah Marto. Untuk mendapatkan makanan khas Jogja yang satu ini, Anda harus melalui rintangan yang tak biasa. Pasalnya, jika ingin menyantap kuliner yang satu ini Anda harus berani blusukan untuk bisa mencapai tempat kediaman Mbah Marto. Usaha lele asap milik Mbah Marto sudah berdiri sejak 1960, berlokasi di Jalan Parangtritis, lebih tepatnya di Dusun Sewon, Bantul. Selain mangut lele, Anda juga bisa memilih berbagai macam lauk pauk untuk menemani sepiring nasi dan mangut lele yang menggugah selera.

Bakmi Mbah Mo

pict from. Travelling Yuk

Kuliner terakhir selain gudeg yang wajib Basagiters coba adalah Bkami Mbah Mo. Hidangan mie yang satu ini sangat sayang jika terlewatkan begitu saja saat berkunjung ke Jogjakarta. Di tempat kuliner yang satu ini, Anda bisa menikmati berbagai pilihan mie rebus, goreng atau mie nyemek lengkap dengan suwiran ayam kampung dan telur bebek. Untuk cita rasa dari bakmi Mbah Mo tidak perlu diragukan lagi. Mengingat proses pembuatannya yang masih menggunakan cara tradisional, yakni menggunakan tungku membuat cita rasa semakin sempurna di lidah.

Jogjakarta merupakan sebuah kota impian bagi sebagian orang, pasalnya kota yang kaya akan kesenian dan kebudayaan ini  juga menyimpan sejuta pesona dalam hal kuliner. Kuliner khas Daerah Istimewa Yogyakarta ini memiliki ruang khusus di hati para pencinta kuliner di Indonesia. Nah Basagiters, pastikan untuk menyempatkan waktu untuk menyantap makanan khas di kota pelajar ini.

 

[Ditulis oleh Elly Almayra]


Basagita

Basagita community adalah tempat berkumpulnya para penulis. Baik penulis artikel, fiksi, copywriting, ghoswriter, dan sebagainya. Tidak hanya penulis pemula yang bergabung di situ, tetapi juga penulis senior yang beberapa karya tulisannya sudah diterbitkan oleh mayor publishing atau indie publisihing Bukan hanya berfungsi sebagai wadah yang menampung karya penulis yang ditayangkan di web kita basagita. Basagita community juga mengadakan kelas kepenulisan untuk para penulis pemula, seperti kelas fiksi dan nonfiksi. Selanjutnya mereka dilatih secara intens dalam challenge menulis, sebagai latihan untuk membuat tulisan mereka lebih bagus dan sesuai dengan kaedah PUEBI. Yang lebih menarik lagi, di Basagita Community, ada pasukan buzzer yang siap mempromosikan karya-karya anggota Basagita. Bagi anggota yang mempunyai hobi bisnis, pasukan buzzer juga siap ikut mempromosikannya. Pasukan buzzer juga siap bekerja sama dengan klien di luar komunitas Basagita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *