Basagita Community – Hello, Basagiters! Buat kalian yang pernah membutuhkan hasil cek laboratorium, ulasan berikut ini sangat penting untuk pengetahuan. Laboratorium Klinik merupakan laboratorium khusus dibidang kesehatan  yang menangani sampel biologis seperti darah, urine, faeces, dan cairan tubuh lainnya yang berasal dari pasien untuk membantu menegakan diagnosis dan status kesehatan pasien. Laboratorium klinik  swasta, khususnya  laboratorium klinik utama  biasanya sudah  dilengkapi teknologi Laboratory Information System atau disingkat LIS.

lis

Laboratory Information System atau LIS merupakan seperangkat software yang digunakan di laboratorium klinik, terutama laboratorium klinik utama untuk meningkatkan mutu laboratorium. LIS ini sudah terintegrasi ke dalam sistem dan memudahkan kinerja petugas kesehatan dalam melaksanakan tugasnya sebagai pelaksana tenaga kesehatan.

 Ada 3 tahapan yang harus dilalui untuk mendapatkan hasil laboratorium sebagai data status kesehatan pasien. Tahapan tersebut adalah tahap pre-analitik, analitik dan post analitik. Keberadaan LIS di laboratorium klinik membantu ketiga proses tersebut terintegrasi system komputer satu sama lainnya sehingga proses penegakan diagnosis pasien menjadi lebih baik daripada teknik manual. Yuk, check 3 tahapan tersebut, Basagiters!

1. Tahapan Pre Analitik

Pada tahap pre-analitik, keberadaan LIS terintegrasi dalam sistem laboratorium seperti penerimaan pasien, pembayaran, pengambilan sample dan pemberian barcode sampel. Dengan adanya teknologi LIS ini, proses pre analisis menjadi lebih rapi, praktis dan mengurangi tingkat human error terutama dalam pencatatan data pasien.

2. Tahapan Analitik

Pada tahap analitik, penggunaan LIS ini berperan besar terhadap kinerja pelaksana analis kesehatan di laboratorium klinik. Sampel pasien berupa darah yang ada paada tabung sampel telah diberikan barcode sebagai data pasien dan terintegrasi ke dalam sistem komputerisasi laboratorium. Barcode dikenali oleh sistem kemudian sistem mengenali jenis pemeriksaan yang ingin diperiksa dan alat automatic laboratorium.

Ada berbagai jenis pemeriksaan di laboratoriuum klinik meliputi pemeriksaan di bidang hematologi, imunologi, kimia klinik, klinik rutin, dan mikrobilogi. Kelima bidang tersebut telah terintegrasi dalam sistem Laboratory Information System atau LIS. Alat-alat di laboratorium klinik utama telah disambungkan dengan LIS, untuk semua jenis pemeriksaan. Data pasien, jenis pemeriksaan, lama pemeriksaan laboratorium, dan hasil pasien bisa dicek di sistem LIS.  

3. Tahap Post Analitik

Pada tahap akhir mengenai tahap post analitik, petugas pelaksana laboratorium perlu mencatat pasien yang diperiksa dan mencocokan kembali data pasien dengan hasil yang terintegrasi alat pada sistem komputer.

Hasil yang ada kemudian diserahkan ke pihak pelayanan, untuk diserahkan pada pasien. Ada hasil yang akan diambil pasien langsung ke laboratorium dan hasil yang diantarkan ke alamat pasien. Sistem LIS juga terintegrasi secara komputerisasi dengan bagian pengiriman hasil atau kurir laboratorium.

Dengan adanya teknologi LIS yang terintegrasi sistem komputer membantu menegakan diagnosa kesehatan dengan meningkatkan mutu laboratorium baik dalam hal pelayanan pasien, analisis dan tahap penyerahan hasil pada pasien.

LIS yang terintegrasi sistem dapat diakses juga oleh pasien yang ingin melihat hasil pemeriksaan laboratoriumnya. Banyak keuntungan yang dirasakan dengan mengaplikasikan LIS di laboratorium klinik.

Sayangnya Laboratory Information System atau LIS baru diaplikasikan di berbagai laboratorium tertentu saja, belum menyentuh semua laboratorium klinik di seluruh indonesia. Hanya di Rumah Sakit tertentu dan laboratorium klinik utama saja yang sudah memakai teknik LIS.  

Ternyata, antara teknologi dan bidang kesehatan tak bisa dipisahkan dan saling berperan satu sama lainnya. Dengan adanya teknologi Laboratory Information system (LIS), dapat meningkatan mutu laboratoium klinik lebih baik lagi.   

 

{ditulis oleh Lia Yuliani}


Basagita

Basagita community adalah tempat berkumpulnya para penulis. Baik penulis artikel, fiksi, copywriting, ghoswriter, dan sebagainya. Tidak hanya penulis pemula yang bergabung di situ, tetapi juga penulis senior yang beberapa karya tulisannya sudah diterbitkan oleh mayor publishing atau indie publisihing Bukan hanya berfungsi sebagai wadah yang menampung karya penulis yang ditayangkan di web kita basagita. Basagita community juga mengadakan kelas kepenulisan untuk para penulis pemula, seperti kelas fiksi dan nonfiksi. Selanjutnya mereka dilatih secara intens dalam challenge menulis, sebagai latihan untuk membuat tulisan mereka lebih bagus dan sesuai dengan kaedah PUEBI. Yang lebih menarik lagi, di Basagita Community, ada pasukan buzzer yang siap mempromosikan karya-karya anggota Basagita. Bagi anggota yang mempunyai hobi bisnis, pasukan buzzer juga siap ikut mempromosikannya. Pasukan buzzer juga siap bekerja sama dengan klien di luar komunitas Basagita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *