Basagita Community — Akhir tahun sudah terlewati, dan masa liburan panjang anak sekolah sebentar lagi pun akan segera usai, Basagiters. Saatnya menentukan destinasi liburan yang seru dan pasti menyenangkan bersama anak-anak di waktu yang tinggal menghitung hari ini. Sudah menentukan tempat liburan dimana, Basagiters? Kawah Ijen, bisa menjadi salah satu destinasi wisata yang tepat untuk kamu loh!

pict source by Google – Travellingyuk.com

Kenapa harus liburan ke Kawah Ijen?

Tahukah Basagiters bahwa salah satu kawah asam terbesar di dunia adalah Kawah Ijen? Kawah yang memiliki warna biru kehijauan ini memang sangat terkenal dengan keindahan pemandangannya. Bukan cuma itu, pesona Kawah Ijen kian memukau dengan adanya kabut dan asap belerang yang bersumber dari si Kawah Ijen itu sendiri.

Kawah Ijen terletak di puncak Gunung Ijen. Gunung Ijen merupakan salah satu gunung berapi yang aktif. Tingginya mencapai 2.443 MDPL di atas permukaan laut. Kawah Ijen terbentuk akibat dari adanya letusan Gunung Ijen. Letusan ini menciptakan sebuah kawah yang penuh terisi air hingga membentuk sebuah danau. For your information, Basagiters, kedalaman air mencapai 300 meter.

Pemandangan di Kawah Ijen memang dikenal sangat indah. Ini bisa dibuktikan dengan banyaknya jumlah wisatawan, baik lokal maupun asing hingga tempat wisata ini selalu ramai pengunjung.

Jika Basagiters ingin melihat terbitnya matahari yang sangat cantik, Basagiters bisa menyaksikannya di waktu pagi. Cahaya matahari yang muncul akan memantul ke kawah dan sinar keemasannya akan tampak sangat berkilau dan memukau.

Jika Basagiters bisa sampai di puncak Gunung Ijen, Basagiters dapat melihat gunung-gunung lain di sekitar yang ‘bertetangga’ dengan Gunung Ijen seperti Gunung Raung, Gunung Merapi, dan lain-lain.

Pesona lain yang tak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke Kawah Ijen adalah, menyaksikan fenomena blue fire atau api biru. Api biru ini muncul di tengah penambangan sulfur. Namun hanya bisa dilihat pada waktu dini hari hingga menjelang pagi.

pict source by Google – Yukpigi

Fenomena api biru ini cuma ada dua di dunia, satunya terletak di Islandia dan satunya lagi di Kawah Ijen! Basagiters pasti bangga dengan fakta ini, kan? Jadi, tidak heran bila banyak wisatawan yang berbondong-bondong berkunjung ke tempat ini.

Ketika mendaki Gunung Ijen untuk mencapai lokasi kawah, Basagiters akan sering berpapasan dengan para penambang belerang tradisional. Mereka mendekati kawasan danau untuk menggali belerang dengan peralatan sederhana. Setelah mendapat belerang, para penambang mengangkut hasil tambangnya dengan keranjang seadanya lalu memikulnya. Berat hasil tambangan bisa menyentuh bilangan 100 kg, loh Basagiters. Namun para penambang memang sudah terlatih untuk melakukan kegiatan ini.

pict source by Google – nu.or.id

Selanjutnya, para penambang membawa belerang dengan menempuh jalanan terjal dan menuruni Gunung Ijen sejauh 3 km.

Sudah ada gambaran akan seseru apa bila berlibur ke sini kan, Basagiters? Jadi, persiapkan diri sesegera mungkin untuk berkunjung ke destinasi wisata tersebut yah! Selamat berpetualang …

 

[Ditulis oleh Syefrianidar]


Basagita

Basagita community adalah tempat berkumpulnya para penulis. Baik penulis artikel, fiksi, copywriting, ghoswriter, dan sebagainya. Tidak hanya penulis pemula yang bergabung di situ, tetapi juga penulis senior yang beberapa karya tulisannya sudah diterbitkan oleh mayor publishing atau indie publisihing Bukan hanya berfungsi sebagai wadah yang menampung karya penulis yang ditayangkan di web kita basagita. Basagita community juga mengadakan kelas kepenulisan untuk para penulis pemula, seperti kelas fiksi dan nonfiksi. Selanjutnya mereka dilatih secara intens dalam challenge menulis, sebagai latihan untuk membuat tulisan mereka lebih bagus dan sesuai dengan kaedah PUEBI. Yang lebih menarik lagi, di Basagita Community, ada pasukan buzzer yang siap mempromosikan karya-karya anggota Basagita. Bagi anggota yang mempunyai hobi bisnis, pasukan buzzer juga siap ikut mempromosikannya. Pasukan buzzer juga siap bekerja sama dengan klien di luar komunitas Basagita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *