Basagita Community — Salam, Basagiters! Pernahkah Basagiters mendengar cerita yang luar biasa dari sosok gadis yang luar biasa pula? Cerita mengenai dirinya sudah sangat terkenal seantero jagat, bahkan tidak mungkin tidak ada orang yang tidak kenal akan sosok dirinya. Ya, dia adalah Helen Keller. Anak perempuan yang dilahirkan berbeda tetapi mampu membuat perbedaannya tersebut menjadi segudang prestasi, yang tidak pernah terlintas dalam pikiran orang banyak bahkan orangtuanya sendiri. Mau tahu siapakah sosok Helen Keler sebenarnya? Simak Yuk!

Helen Keller dan peliharaan

Helen Adams Keller atau Hellen Keller adalah puteri pertama pasangan Kapten Arthur Henley Keller dan Kate adam Adam Keller. Lahir pada 27 Juni 1880, Helen dan keluarga tinggal disebuah kota kecil bagian America Serikat, Tuscumbia.

Helen dilahirkan dalam keadaan normal, memiliki pendengaran dan penglihatan yang baik. Namun pada Februari 1882, saat ia berusia 19 bulan, ia jatuh sakit. Menurut dokter pada zaman itu, Helen menderita sebuah penyakit keras yang disebut “demam otak”. Di tengah kondisi kritisnya, Helen mengalami demam tinggi. Bahkan para dokter menduga bahwa Helen akan meninggal karena tidak mampu bertahan.

Sebuah pertanda baik datang saat demam Helen mereda. Keluarga Helen yakin ia akan sembuh dan sehat kembali seperti sedia kala.

Setelah sembuh, ternyata Helen menjadi buta dan tuli. Hal ini pertama kali diketahui oleh sang ibu yang merasa ada yang aneh dengan puterinya. Mata Helen tidak merespon saat dirinya melambaikan tangan di depan mata Helen. Helen juga tidak merespon bunyi-bunyian yang diperdengarkan didekatnya.

Helen tumbuh menjadi gadis yang pemarah dan sulit diatur. Bahkan ia dijuluki sebagai monster yang harus diasingkan dan dikucilkan.

Ketika Helen berusia 6 tahun, keluarganya mulai merasa putus asa. Kedua orangtua Helen berkonsultasi dengan seorang dokter spesialis yang ada di Baltimore. Dokter itu kemudian memperkenalkan mereka dengan Alexander Graham Bell, penemu telepon. Bell kala itu sedang berkonsentrasi mengajari anak-anak tuli.

Alexander Graham Bell menyarankan agar Kapten Keller menulis surat ke Michael Anagnos, direktur Institusi Perkins dan suaka bagi yang buta di Massachussets, dan memintanya untuk mencoba mencarikan seorang guru bagi Helen.

Michael Anagnos mempertimbangkan kasus Helen dan merekomendasikan guru yang dahulu mengajar di institusi itu, perempuan itu adalah Anne Sullivan.

Pada Maret 1887, Anne Sullivan tiba di rumah kapten Keller di Tuscumbia dan untuk pertama kalinya bertemu Helen Keller. Anne langsung mengajar Helen mengeja dengan jari. Tetapi Anne mendapat perlawanan dari Helen yang pemarah. Anne bahkan terpaksa menggunakan kekerasan untuk menaklukkan Helen agar Helen patuh dan mau mengerti apa yang ia ajarkan.

Anne Sullivan dan Helen Keller

Anne juga meminta kepada kedua orangtua Helen untuk mengizinkannya tinggal bersama dalam sebuah pondok bersama Helen tanpa mereka. Meski awalnya ragu, akhirnya kedua orangtua Helen menyetujui keinginan Anne.

Setelah mendapatkan izin, Anne pun perlahan-lahan mulai memperbaiki sikap Helen. Terutama sikap Helen yang pemarah karena ia tak mampu mengungkapkan apa yang dia rasakan pada orang-orang disekitarnya. Helen tak pernah mengetahui apa yang disebut peraturan. Yang ia tahu bahwa segala yang ia lakukan tak pernah ada batasan dan kesalahan. Bahkan tiap kali dia bersikap brutal, orang-orang di sekitarnya akan memaklumi itu dan menganggapnya sebagai suatu kewajaran. Yang paling bertentangan dengan prinsip Anne adalah, ketika Helen berbuat salah dan mengamuk, ibu Helen justru memberikan “hadiah” berupa makan pada Helen.

Perjuangan Anne sungguh sangat tidak mudah. Namun Helen akhirnya menunjukkan kemajuan yang pesat. Dia sudah bisa makan dengan tenang di meja makan tanpa mengusik makanan di piring orang lain. Helen juga sudah mulai memahami kata yang dieja Anne pada telapak tangannya.

Kata pertama yang Helen pahami adalah “air”. Ini menjadi kejadian yang sangat dikenal, saat pertama kali sang guru mengajak Helen ke sebuah mesin pompa air dan mengucurkan air ke tangan Helen. Anne lalu menuliskan kata “w-a-t-e-r”  pada telapak tangan Helen. Dari peristiwa ini, Helen mulai paham bahwa setiap kata yang diejakan di telapak tangannya memiliki arti.

Kemajuan Helen begitu pesat. Ini membuat Michael Anagnos menyebut Helen sebagai sebuah fenomena yang luar biasa dalam beberapa artikel yang ditulisnya di sebuah koran harian. Helen pun menjadi terkenal dan berkesempatan bertemu dengan presiden di White House.

Pada 4 November 1891, Helen mengirimi Michael Anagnos sebuah hadiah ulang tahun berupa cerita pendek yang ia tulis sendiri dan diberi judul “The Frost King”. Cerita ini kemudian diterbitkan dalam sebuah majalah dan dianggap sebagai sebuah karya penting dalam sejarah sastra.

Tahun 1896, Helen pindah ke Cambridge bersama dengan Anna dan melanjutkan sekolahnya disana. Pada tahun 1900, Helen memulai masa kuliahnya di Redcliffe. Dia menjadi satu-satunya orang yang buta-tuli-bisu pertama yang mengikuti institusi belajar setinggi itu.

Karya Helen Keller

Ketika tinggal disana, ia menuliskan kisah tentang hidupnya dengan menggunakan mesin tik braille dan mesin tik biasa. Saat itu pula ia bertemu dengan John Albert Macy yang bersedia membantu untuk mengedit bukunya yang sekarang kita kenal dengan judul ‘Story of My Life’.

Pada tanggal 28 Juni 1904, Helen lulus dari perguruan tinggi Radcliffe dan menjadi orang buta-bisu-tuli pertama yang mendapat gaji dengan gelar seni.

Tahun 1964, Helen dianugerahi medali kemerdekaan, sebuah bentuk apresiasi tertinggi yang diserahkan langsung oleh presiden kepada warga sipil. Empat tahun setelah itu, tepatnya pada tanggal 1 Juni 1968 di Arcan Ridge, Helen Keller gadis difabel meninggal dunia dengan meninggalkan jejak sejarah segudang prestasi yang pernah diraihnya.

Demikianlah kisah hidup Helen Keller, semoga dapat menginspirasi kita semua dan lebih banyak bersyukur atas segala nikmat yang sudah Tuhan berikan ya Basagiters!

 

[Ditulis oleh Syefrianidar]


Basagita

Basagita community adalah tempat berkumpulnya para penulis. Baik penulis artikel, fiksi, copywriting, ghoswriter, dan sebagainya. Tidak hanya penulis pemula yang bergabung di situ, tetapi juga penulis senior yang beberapa karya tulisannya sudah diterbitkan oleh mayor publishing atau indie publisihing Bukan hanya berfungsi sebagai wadah yang menampung karya penulis yang ditayangkan di web kita basagita. Basagita community juga mengadakan kelas kepenulisan untuk para penulis pemula, seperti kelas fiksi dan nonfiksi. Selanjutnya mereka dilatih secara intens dalam challenge menulis, sebagai latihan untuk membuat tulisan mereka lebih bagus dan sesuai dengan kaedah PUEBI. Yang lebih menarik lagi, di Basagita Community, ada pasukan buzzer yang siap mempromosikan karya-karya anggota Basagita. Bagi anggota yang mempunyai hobi bisnis, pasukan buzzer juga siap ikut mempromosikannya. Pasukan buzzer juga siap bekerja sama dengan klien di luar komunitas Basagita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *