Basagita Community — Apa itu tantrum? Menurut Wikipedia, tantrum (atau tantrum temper) adalah ledakan emosi, biasanya dikaitkan dengan anak-anak atau orang-orang dalam kesulitan emosional, yang biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, menjerit-jerit, pembangkangan, mengomel marah, resistensi terhadap upaya untuk menenangkan dan dalam beberapa kasus, kekerasan. Sebagai orangtua atau orang sekitar yang memiliki anak tantrum, harus ketahui dahulu jenis tantrum dan solusinya saat anak mulai mengeluarkan tanda-tanda tantrum.

Ada baiknya sebelum mengulas jenis tantrum dan solusinya ketahui dahulu usia anak dan prosentase anak-anak yang mengalami tantrum temper:

18 – 24 bulan: 87 persen

30 – 36 bulan: 91 persen

42 – 48 bulan: 59 persen

Rata-rata, tantrum dapat berlangsung selama:

– 2 menit di usia 1 tahun

– 4 menit di usia 2 – 3 tahun

– 5 menit di usia 4 tahun

Dan terjadi dalam waktu

– 8 kali dalam satu minggu pada usia 1 tahun

– 9 kali dalam satu minggu pada usia 2 tahun

– 6 kali dalam satu minggu pada usia 3 tahun

– 5 kali dalam satu minggu pada usia 4 tahun

sumber: Potegal & Davidson, 2003

 

Untuk menangani tantrum pada anak, yang perlu diketahui, kenali dulu apa jenis tantrumnya baru kemudian cari cara untuk mengatasinya. Dijelaskan kembali oleh Bapak Supri Yatno, seorang praktisi kesehatan mental bahwa ada 4 (empat) jenis tantrum pada anak, yaitu:

1 – MANIPULATIVE TANTRUM (KEKUASAAN dan KENDALI)

Pict From: Nashville Parent Magazine

Problem mendisiplinkan anak seringkali adalah problem orang tua dengan anak untuk mendapatkan kekuasaan dan kendali. Tanpa sadar orangtua seringkali mempunyai keinginan untuk mengendalikan anak. Sementara anak-anak belum menyadari isu kekuasaan dan kendali (power and control) sampai mereka berlatih cara menguasai dan mengendalikan di dalam hidup mereka.

Kadang-kadang anak dengan pengalaman dikendalikan oleh anak yang lebih tua mungkin menggunakan negatifiti, versi lain passive aggressive behavior, untuk memanipulasi orang dewasa.Dengan menjadi negatif dan menolak setiap apa yang ditawarkan, anak memegang kekuasaan dan kendali pada orang dewasa. Anak memanipulasi orang dewasa secara emosional berulang-ulang, dari harapan hingga putus asa, dari tenang hingga cemas, dan dari sayang hingga marah dan kesal.

Ini adalah cara yang buruk untuk mendapatkan kekuasaan dan kendali. Sementara di sisi lain, passive-aggressive behavior adalah sebuah cara mengungkapkan kemarahan secara tidak langsung dengan tindakan tertentu, seperti lupa, datang terlambat, mendiamkan, cemberut, pergi ke luar. Tanpa pelajaran yang tepat tentang kekuasaan dan kendali yang diperlukan anak, tantangan-tantangan dalam hidup mereka nantinya, seperti pernikahan, pekerjaan, dan pertemanan akan menjadi problematik.

Manipulatif tantrum ini paling baik ditangani dengan menetapkan batasan untuk mendapatkan kekuasaan serta pengetahuan kendali yang tepat versus tidak tepat. Bekerjasamalah dengan pasangan, kakek nenek, maupun pengasuh dalam menentukan batasan ini.

2 – UPSET TANTRUM (TERTEKAN)

Pict From: doctoranddad.com

Barb Grady (2007), konselor dan instruktor perkembangan anak, mengatakan, anak-anak melakukan satu dari tiga cara dengan perasaan-perasaannya: mengekspresikannya, memendamnya, atau melepaskannya. Memendam perasaan tidak sehat secara mental dan fisik. Sangat penting bagi anak-anak (dan orang dewasa) punya kesempatan dan cara untuk mengekspresikan perasaan-perasaan mereka.

Di budaya kita, orang dewasa sering menyangkal perasaan-perasaan mereka dan mendorong anak-anak mempertanyakan perasaan-perasaan mereka. Tantrum bagaikan sebuah bersin emosional (emotional sneeze), yang tidak akan membantu anak ketika perilaku buruknya diabaikan atau ketika batasan yang masuk akal tidak ditetapkan. Anak-anak bergantung pada orang tua untuk mengetahui mana yang baik mana yang buruk.

Terlepas dari apakah anak benar atau salah, janganlah menyangkal kebutuhan anak untuk mendapatkan koneksi atau validari untuk perasaan-perasaan tertekannya. Lakukan sesuatu ketika anak anda keluar jalur dan dengan lembut dan tenang, cegah dari hal apapun yang dapat melukainya. Buat batasan kepada anak, hentikan secara fisik, tetapi ijinkan perasaan-perasaannya ketika anda mempertahankan batasan. Tantrum, menangis, gemetar, dan berkeringat saat melepaskan ketakutan, dan semua suara-suara kebisingan sepanjang pelepasan, bukanlah perilaku buruk. Semua itu adalah bagian dari proses penyembuhan.

3 – HELPLESS TANTRUM (TIDAK BERDAYA)

Pict From: BabyRabbit

Yang berikutnya, anak-anak memperlihatkan tantrum sebagai ekspresi rasa putus asa. Walaupun kelihatan seperti upset tantrum yang penuh tekanan, helpless tantrum mempunyai kualitas emosional yang dalam dan lebih merasa putus asa. Anak-anak akan terlihat lebih menakutkan selama helpless tantrum, dan bujukan kadang tidak cukup untuk menghentikan ketakutannya.

Pada helpless tantrum, memberikan apa yang diinginkan atau membantu melakukannya tidak menangani peraaan ketidakberdayaan atau perasaan diri sebagai korban (victim mentality).  Orangtua perlu keluar dari siklus yang tidak membuahkan hasil ini dengan cara memberdayakan anak. Membuat anak merasa mampu akan menghilangkan perasaan tidak berdaya. Orang tua harus membimbing Рbahkan memaksa Рanak untuk mencoba mengatasi masalahnya.

Perasaan mampu bertahan pada diri seorang anak datang dari keberhasilannya menangani tantangan kehidupan, yang dibentuk dengan percaya ada orang dewasa yang akan menyertai proses anak. Tanpa kemampuan menjadi mandiri untuk dirnya sendiri, beberapa orang mengembangkan kepribadian tidak berdaya (helpless personality).

4 – STRESS dan CATHARTIC TANTRUM

Pict From: Ramadhan – Inilah.com

Beberapa orang mengakumulasi stres, sementara yang lainnya melepaskan stres. Kurangnya penghargaan dan pengetahuan, ditambah stres yang berlebihan, dapat mengarah pada kemarahan yang memicu pengasuh menjadi tantrum. Ini adalah konsekuensi tidak menyadarinya seseorang mengakumulasi stres, tidak mengijinkan diri melepaskan stres, dan mungkin juga tidak tahu bagaimana cara yang tepat melepaskan stres.

Jika seseorang melempar cathartic tantrum, dia sedang melepaskan stres. Mungkin anda salah satu orang yang berharap kehidupan akan selalu berjalan mulus. Tetapi ingat, saat anda stres di kala krisis, anda akan gagal dalam peran yang paling penting sebagai orang tua: melindungi anak anda.

Kebanyakan orang dewasa adalah orang tua atau guru yang baik ketika mereka tidak dalam tekanan. Sayangnya, menjadi pengasuh, pembimbing, atau mentor buat anak, sebagian besar bersentuhan dengan stres! Bila anak stres, orang tua menjadi stres. Bila orang tua stres, anak jadi stres.

Karena anak belum belajar menangani stres dengan baik, maka tugas orang tualah untuk mencegah respon stres negatif agar tidak berkembang. Cathartic tantrum paling baik ditangani dengan memberikan ijin dan membimbing bagaimana cara yang paling baik melepaskan stres yang menumpuk. Anak perlu merasa cukup nyaman dengan pengalaman kegagalan dan dapat menemukan dirinya masih dapat bertahan dari keterpurukan. Bila seorang anak mengalami kegagalan, bangkit dan tekun, dan pada akhirnya berhasil, mereka mendapatkan pelajaran yang paling penting tentang kemampuan dan kecakapan mereka.

Demikianlah artikel mengenai jenis tantrum dan solusinya, semoga bermanfaat ya Basagiters!

 

[Ditulis oleh: Emmy Herlina]


Basagita

Basagita community adalah tempat berkumpulnya para penulis. Baik penulis artikel, fiksi, copywriting, ghoswriter, dan sebagainya. Tidak hanya penulis pemula yang bergabung di situ, tetapi juga penulis senior yang beberapa karya tulisannya sudah diterbitkan oleh mayor publishing atau indie publisihing Bukan hanya berfungsi sebagai wadah yang menampung karya penulis yang ditayangkan di web kita basagita. Basagita community juga mengadakan kelas kepenulisan untuk para penulis pemula, seperti kelas fiksi dan nonfiksi. Selanjutnya mereka dilatih secara intens dalam challenge menulis, sebagai latihan untuk membuat tulisan mereka lebih bagus dan sesuai dengan kaedah PUEBI. Yang lebih menarik lagi, di Basagita Community, ada pasukan buzzer yang siap mempromosikan karya-karya anggota Basagita. Bagi anggota yang mempunyai hobi bisnis, pasukan buzzer juga siap ikut mempromosikannya. Pasukan buzzer juga siap bekerja sama dengan klien di luar komunitas Basagita.

2 Komentar

Pendar Bintang · 30/09/2018 pada 8:53 pm

Mengetahui jenis tantrum anak memang bisa menjadi untuk menentukan bagaimana menghentikan tantrumnya. Anak saya sendiri, termasuk type yang keras kemauan jadi saat kemauan ga di dapat ada kalanya diberi pengertian dan diajak bicara pelan tidak mempan. Cukup dipanggil namanya dengan tegas, dia langsung berhenti ngoceh ga karuan dan sadar kalau dia sudah keterlaluan.

Tujuh Konsep Mengenali Tantrum Pada Anak dan Solusinya – Emmy's site · 27/09/2018 pada 8:10 am

[…] empat jenis tantrum pada anak. Keempat jenis tantrum secara lengkapnya dapat anda baca di sini […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *