Ditulis oleh: Lana Ra

Basagita Community – Rabu (04/04/2018) lalu, warga Mataram Lombok dihebohkan dengan penampakan fenomena alam di langit. Menurut unggahan beberapa netizen di Instagram dan Youtube channel, menyebutkan bahwa fenomena awan misterius di Lombok, Mataram seperti sedang berbuih dan terbakar. Kemudian di video lain terlihat cahaya terang seperti awan tersebut sedang terbakar. Untuk menelusuri peristiwa alam yang langka ini, Basagita telah menelusuri jenis-jenis awan yang hampir mirip dengan fenomena awan di Lombok tersebut. Berikut ulasannya.

(Foto: tstatic.net)

Fenomena Cloudfire (Pyrocumulus)

Beberapa orang menyebutkan bahwa fenomena awan misterius di Lombok Rabu kemarin sebagai awan api atau pyrocumulus. Namun apakah sebenarnya pyrocumulus dan apa penyebabnya? Pyrocumulus adalah awan yang dihasilkan oleh peristiwa kebakaran besar atau akibat dari api yang menyembur dari kawah gunung berapi. Api atau Pyro dalam bahasa Latin dari panas kebakaran atau semburan gunung berapi membakar vegetasi di sekitarnya yang mengandung uap air. Aliran udara panas yang mengandung sejumlah besar uap air ini kemudian mengembun dan membentuk awan. Dasar pembentukan awan ini sering kali sulit untuk dilihat, karena biasanya tersembunyi oleh asap dari api. Tapi puncak awan biasanya terletak jauh di atas kabut asap. Melihat fenomena awan di Lombok, kemungkinan awan tersebut berasal dari kebakaran atau erupsi gunung berapi.

(Foto: ytimg.com)

Fenomena Cloud Iridescence

Pada beberapa unggahan di youtube menyebutkan bahwa adanya cahaya terang yang ada di atas awan yang sedang “berbuih mendidih”. Menurut penelusuran dari beberapa referensi, fenomena Cloud Iridescence berasal dari difraksi cahaya matahari yang disebarkan oleh tetesan air kecil atau kristal es kecil yang menyebar. Jika bagian awan mengandung tetesan air kecil atau kristal es dengan ukuran yang sama, efek keseluruhannya akan terlihat sebagai warna pelangi. Untuk terjadinya efek difraksi tersebut, awan harus tipis secara optik sehingga sebagian besar sinar hanya bertemu satu titik kecil. Karena itulah fenomena tersebut sering dilihat di tepi awan atau di awan semi-transparan. Kamu juga bisa melihat peristiwa ini sebagai korona dan hallo yaitu piringan cahaya disekeliling bulan atau matahari.

(Foto: ytimg.com)

Fenomena Crown Flash

Fenomena munculnya cahaya terang yang menyertai awan di langit Lombok pada Rabu (04/04/2018) lalu, mengindikasikan terjadinya crown flash. Fenomena sinar aneh di atas awan ini juga ditemukan pada beberapa negara. Crown flash merupakan fenomena cuaca yang jarang diamati karena proses terjadinya sangat singkat dan jarang terekam kamera. Fenomena ini terlihat seperti cahaya terang pada awan yang memancarkan sinar dengan gerak cepat seperti kilat ke atmosfer yang jernih. Teori pembentukan crown flash adalah sinar matahari dipantulkan atau dibiaskan melalui kristal es kecil di atas mahkota awan cumulonimbus. Kristal es ini diselaraskan oleh efek elektro-magnetik yang kuat di sekitar awan, sehingga efeknya dapat muncul sebagai streamer tinggi atau pilar cahaya. Ketika medan elektro-magnetik terganggu oleh kilatan petir dalam awan, kristal es berorientasi ulang menyebabkan pola cahaya bergeser sangat cepat dan tampak ‘menari’ dengan cara yang sangat mekanis. Efeknya kadang-kadang juga dikenal sebagai sundog jump.  Jadi, crown flash bukanlah cahaya yang dihasilkan sendiri seperti yang terlihat dalam sambaran petir, melainkan pembiasan cahaya matahari yang berubah-ubah. Maka untuk mengamati fenomena ini, pengamat harus berada pada sudut pengamatan yang tepat.

(Foto: wildwildscience.org

Demikianlah tiga referensi fenomena alam sebagai penjelasan fenomena awan misterius di Lombok. Semoga dengan tambahan informasi dan pengetahuan ini dapat bermanfaat untuk kalian semua ya, Basagiters!


Basagita

Basagita community adalah tempat berkumpulnya para penulis. Baik penulis artikel, fiksi, copywriting, ghoswriter, dan sebagainya. Tidak hanya penulis pemula yang bergabung di situ, tetapi juga penulis senior yang beberapa karya tulisannya sudah diterbitkan oleh mayor publishing atau indie publisihing Bukan hanya berfungsi sebagai wadah yang menampung karya penulis yang ditayangkan di web kita basagita. Basagita community juga mengadakan kelas kepenulisan untuk para penulis pemula, seperti kelas fiksi dan nonfiksi. Selanjutnya mereka dilatih secara intens dalam challenge menulis, sebagai latihan untuk membuat tulisan mereka lebih bagus dan sesuai dengan kaedah PUEBI. Yang lebih menarik lagi, di Basagita Community, ada pasukan buzzer yang siap mempromosikan karya-karya anggota Basagita. Bagi anggota yang mempunyai hobi bisnis, pasukan buzzer juga siap ikut mempromosikannya. Pasukan buzzer juga siap bekerja sama dengan klien di luar komunitas Basagita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *