Basagita Community — Basagiters! Tahukah Anda bahwa sekitar 30 tahun yang lalu, destinasi wisata masih sedikit. Museum dan bangunan-bangunan bersejarah menjadi favorit wisata. Sampai akhirnya muncul “Disneyland”-nya Indonesia, Dunia Fantasi di Ancol, Jakarta dan mall-mall besar. Beberapa tahun lamanya, tren liburan berkunjung ke mall menjadi favorit. Museum dan bangunan sejarah mulai ditinggalkan peminatnya. Pun ketika masa orang dewasa mulai menyadari bahwa berkunjung ke mall adalah hiburan yang mengajarkan konsumtif. Untuk itu, kali ini saya akan mengajak Basagiters untuk berkunjung ke salah satu bangunan bersejarah, Museum Perjanjian Linggarjati, wisata sejarah yang kerap terlupakan. Bangunan yang sudah resmi dijadikan Cagar Budaya Indonesia.

Sejarah Museum Perjanjian Linggarjati

pict source by: http://jariadventure.co.id/category/travel-news/page/67/

Museum Perjanjian Linggarjati terletak di Desa Linggajati, Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Bangunan yang masih tampak arsitektur asli bergaya Belanda ini berdiri tahun 1918 sebagai rumah tinggal seorang perempuan bernama Satijem. Sampai saat ini, bangunan tidak pernah mengalami perubahan kecuali bagian atap yang direnovasi agar lebih kuat.

Setelah Satijem meninggal dunia, bangunan dimiliki seorang Belanda. Pernah pula rumah ini dijadikan sebagai markas tentara Belanda dan Jepang. Setelah kemerdekaan Indonesia, sempat dijadikan sebagai Sekolah Rakyat (SR), setingkat Sekolah Dasar masa sekarang. Tidak lama menjadi SR, pemilik mengubah bangunan menjadi hotel.

Nama Museum Perjanjian Linggarjati diperoleh karena terakhir kali rumah yang terletak di pinggir jalan raya tersebut pernah dipakai sebagai tempat perundingan Linggarkati yang terkenal. Perundingan dilakukan di sini atas rekomendasi Maria Ulfah Santoso, Menteri Sosial pertama Indonesia yang kebetulan juga sebagai anak bupati Kuningan setelah kemerdekaan.

Perjanjian Linggarjati melibatkan delegasi Indonesia, delegasi Belanda, dan penengah yang berasal dari Australia. Terkenal sebagai perundingan langkah pertama Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan melalui cara diplomasi dengan Belanda. Perundingan yang sejatinya merugikan Indonesia, karena dalam hasil perundingan wilayah Republik Indonesia hanya mencakup Pulau Sumatera, Jawa, dan Madura.

Selama beberapa waktu tempat pelaksanaan Perjanjian Linggarjati berfungsi sebagai hotel dengan nama Hotel Merdeka. Tahun 1976, pemerintah Republik Indonesia meresmikan hotel sebagai sebuah museum dengan nama Museum Perjanjian Linggarjati. Di halaman museum dibuat Monumen Perjanjian Linggarjati. Museum Perjanjian Linggarjati juga resmi menjadi Cagar Budaya Indonesia sejak dikeluarkannya UU Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya.

Manfaat Berkunjung ke Museum Perjanjian Linggarjati

Kebanyakan orang menganggap bahwa museum adalah tempat membosankan dan hanya pantas dikunjungi saat wisata sekolah. Padahal tidak demikian. Ada banyak alasan mengapa harus mengunjungi museum, khususnya Museum Perjanjian Linggarjati. Alasan tersebut, antara lain :

1. Wisata Murah

Masuk ke Museum Perjanjian Linggarjati, sama dengan berkunjung ke museum lainnya di seluruh Indonesia. Kita tidak perlu merogoh kantong dalam-dalam untuk berkunjung. Tiket masuk museum hanya Rp2.000,00 per orang. Murah bukan?

2. Wisata Pendidikan dan Wisata Sejarah

Datang ke museum akan menjadi wisata pendidikan yang sangat menarik. Tanpa perlu menghapal teks pelajaran sejarah, seseorang dengan sendirinya mengetahui sejarah dan memahaminya. Dengan berkunjung ke museum yang berada di Linggarjati ini, Basagiters akan memahami makna perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Memasuki ruangan perjanjian yang masih dibiarkan asli akan memancarkan aura tersendiri. Seperti melihat kembali berlangsungnya perjanjian pertama yang diselenggarakan Indonesia dengan Belanda tersebut.

3. Wisata Keluarga

Tidak semua tempat dapat menjadi destinasi wisata keluarga. Beberapa fasilitas mungkin tidak cocok untuk orang tua dan sebaliknya. Museum Perjanjian Linggarjati dapat dipilih untuk menjadi wisata keluarga. Tempatnya yang tidak terlalu luas memungkinkan untuk dijelajahi setiap anggota keluarga. Bagian halaman belakang yang sebelumnya adalah lahan parkir hotel dipenuhi pohon rindang yang sangat sejuk. Di museum ini Basagiters dan keluarga dapat menggelar tikar dan piknik atau makan bersama.

Pada saat-saat tertentu, untuk meningkatkan pengunjung museum mengadakan acara menarik. Pada tanggal 17 Agustus 2018 lalu, Museum Perjanjian Linggarjati mengibarkan 10.000 bendera merah putih di halamannya. Banyak pengunjung berswafoto memanfaatkan momen yang jarang terjadi.

Bagaimana Basagiters? Berkunjunglah ke Museum Perjanjian Linggarkati jika kebetulan melewati Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Dijamin tidak akan menyesal.

 

Semoga bermanfaat.

 

 

[Ditulis oleh Nani Herawaty]


Basagita

Basagita community adalah tempat berkumpulnya para penulis. Baik penulis artikel, fiksi, copywriting, ghoswriter, dan sebagainya. Tidak hanya penulis pemula yang bergabung di situ, tetapi juga penulis senior yang beberapa karya tulisannya sudah diterbitkan oleh mayor publishing atau indie publisihing Bukan hanya berfungsi sebagai wadah yang menampung karya penulis yang ditayangkan di web kita basagita. Basagita community juga mengadakan kelas kepenulisan untuk para penulis pemula, seperti kelas fiksi dan nonfiksi. Selanjutnya mereka dilatih secara intens dalam challenge menulis, sebagai latihan untuk membuat tulisan mereka lebih bagus dan sesuai dengan kaedah PUEBI. Yang lebih menarik lagi, di Basagita Community, ada pasukan buzzer yang siap mempromosikan karya-karya anggota Basagita. Bagi anggota yang mempunyai hobi bisnis, pasukan buzzer juga siap ikut mempromosikannya. Pasukan buzzer juga siap bekerja sama dengan klien di luar komunitas Basagita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *