Basagita Community — Selamat Pagi Basagiters! Sebagai orangtua yang memiliki dua orang anak atau lebih, Anda mungkin sering kali dipusingkan dengan pertengkaran dan perselisihan antara anak. Mulai dari masalah sepele atau hal-hal kecil dan cenderung sederhana. Kondisi inilah yang disebut dengan sibling rivalry.

pict from mghclaycenter.org

Sibling rivalry ini merupakan suatu tahap yang mendukung perkembangan sosial dan emosional anak. Frekuensi dan beratnya perselisihan tergantung pada berbagai macam faktor. Bisa saja dari kepribadian anak, perbedaan usia serta cara orangtua menghadapi persoalan ini.

Biasanya, anak yang berusia lebih muda akan lebih egois dan kompetitif. Ia cenderung merasa perlu ‘memenangkan’ perselisihan yang kerap terjadi dengan saudara yang berusia lebih tua darinya. Namun tak perlu khawatir, kondisi ini akan berkurang saat usia si anak semakin bertambah.

Jarak kelahiran anak yang dekat biasanya lebih beresiko menimbulkan perselisihan. Meski pada umumnya, si Kakak selalu dituntut untuk mengalah pada si Adik.

Perselisihan ini bukan merupakan kesalahan orangtua, pengasuh ataupun orang-orang disekitar si anak. Ini alamiah terjadi karena berbagai sebab seperti, mencari perhatian dan memperebutkan orangtua, mainan, teman bahkan sekadar siaran televisi.

pict from The Nation

Sibling rivalry bisa terjadi pada anak yang baru menyambut kelahiran adiknya. Kondisi ini dapat disiasati dengan beberapa trik berikut ini:

1. Antisipasi dengan mengajarkan anak untuk mempunyai teman sebelum adiknya lahir.

2. Bertutur dan berperilaku baik kepada anak.

3. Sering berkomunikasi dengan anak tentang adik yang akan menjadi teman baiknya kelak.

4. Membagi waktu dan perhatian secara adil.

5. Membuat anak yang lebih tua tetap merasa penting dan disayangi dengan porsi yang sama seperti si Adik dalam keluarga.

6. Memberi pengertian agar bisa berbagi dan meminjamkan barang/ mainan kepada si Adik.

 

Untuk sibling rivalry pada kakak-adik di usia yang lebih besar, berikut ini beberapa kiat yang bisa diterapkan:

pict from deltachildren.com

1. Perlakukan anak sebagai karakter berbeda yang tak mungkin bisa disama-samakan. Ingat! Setiap anak punya sisi unik masing-masing.

2. Tunjukkan kasih sayang melalui kalimat dan perbuatan santun.

3. Berikan anak waktu untuk bermain bersama teman yang lain atau bermain sendiri.

4. Pujilah anak jika mereka rukun agar anak tahu bahwa rukun adalah perbuatan yang baik dan disenangi.

5. Ajarkan dan biasakan anak untuk bekerja sama.

6. Ajarkan anak untuk menyatakan perasaan dan pendapatnya dengan santun dan sopan.

7. Ciptakan suasana rumah yang menyenangkan.

 

Beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan orangtua dalam menghadapi sibling rivalry.

pict from What to Expect

– Ini ‘hal terlarang’ yang paling utama, tetapi kerap dilakukan orangtua. Jangan pernah membandingkan antara anak yang satu dengan anak yang lain dan juga temannya.

– Jangan membela salah satu anak secara berlebihan. Ini sangat berpotensi untuk memicu kecemburuan dan kebencian.

– Jangan memaksa anak untuk meminta maaf jika dia memang tidak bersalah. Ini bisa menyebabkan anak jadi pembohong.

– Jangan memaksa anak untuk berteman dengan orang yang sama. Biarkan ia mencari teman yang dirasa cocok untuknya.

– Jangan memberi privasi berlebihan. Meski kita memberi kebebasan, jangan sampai kebebasan itu melanggar batas.

 

Pada dasarnya, sibling rivalry adalah hal yang wajar terjadi. Namun bila terlalu berlebihan seperti bertindak agresif dan bahkan anarkis serta menyakiti secara fisik, sebaiknya kondisi ini dikonsultasikan ke dokter ahli.

Sibling rivalry yang tidak teratasi bisa mengakibatkan depresi, kecemasan dan kemarahan pada saat si Anak dewasa nanti.

Semoga informasi  seputar sibling rivalry ini bermanfaat buat Basagiters. Khususnya bagi orangtua muda yang memiliki anak lebih dari satu orang.

 

[Ditulis oleh: Syefrianidar]


Basagita

Basagita community adalah tempat berkumpulnya para penulis. Baik penulis artikel, fiksi, copywriting, ghoswriter, dan sebagainya. Tidak hanya penulis pemula yang bergabung di situ, tetapi juga penulis senior yang beberapa karya tulisannya sudah diterbitkan oleh mayor publishing atau indie publisihing Bukan hanya berfungsi sebagai wadah yang menampung karya penulis yang ditayangkan di web kita basagita. Basagita community juga mengadakan kelas kepenulisan untuk para penulis pemula, seperti kelas fiksi dan nonfiksi. Selanjutnya mereka dilatih secara intens dalam challenge menulis, sebagai latihan untuk membuat tulisan mereka lebih bagus dan sesuai dengan kaedah PUEBI. Yang lebih menarik lagi, di Basagita Community, ada pasukan buzzer yang siap mempromosikan karya-karya anggota Basagita. Bagi anggota yang mempunyai hobi bisnis, pasukan buzzer juga siap ikut mempromosikannya. Pasukan buzzer juga siap bekerja sama dengan klien di luar komunitas Basagita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *