Basagita Community — Basagiters pasti sudah paham bukan, kalau Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan rempah-rempahnya. Tanah yang subur membuat Indonesia berlimpah akan produksi rempah-rempah asli Nusantara dari ujung Sabang hingga Merauke. Maka tidak heran bila komoditi satu inilah yang menjadi alasan Belanda menguasai bumi pertiwi selama lebih dari tiga abad.

Awalnya, rempah hanya digunakan sebagai penyedap dan pelengkap masakan agar terasa lebih nikmat. Namun, pada perkembangannya ternyata rempah-rempah asli Nusantara ini juga mempunyai khasiat untuk kesehatan.

Berikut ini adalah 5 jenis rempah yang populer dan sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Kapulaga

pict source by: Google – Hello Sehat

Orang Tionghoa menyebutnya pai thou kou, sedangkan dalam bahasa Inggris disebut cardamom. Jenis rempah ini sebenarnya berasal dari India. Sekarang tersebar hampir di seluruh Asia, tak terkecuali Indonesia.

Kapulaga merupakan rempah termahal ketiga, setelah saffron dan vanili. Rempah ini bermanfaat untuk gangguan sistem pencernaan dan mengobati asam lambung.

Bersifat antiinfeksi, berfungsi sebagai antimikroba, dan dapat melawan jamur serta bakteri tertentu. Kapulaga memiliki banyak serat, bermanfaat untuk mengatasi mulas, kejang usus, dan penurun berat badan.

 

Pala

pict source by: Google – Good News from Indonesia

Pala adalah rempah asli Indonesia, berasal dari Maluku. Perdagangan pala sudah ada sejak zaman Romawi. Rempah yang biasanya dibuat manisan ini, berfungsi untuk menghangatkan, menjaga metabolisme, dan membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh.

Pala kaya akan vitamin A, C, kalsium, zat besi, dan sodium. Dipercaya mampu menjaga kesehatan otak dan mampu memperlambat efek Alzheimer.

Rempah yang beraroma khas, berwarna kuning, dan mirip lemon ini, juga ampuh untuk menjaga kesehatan mulut, mengobati insomnia, sakit gigi, dan gusi.

 

Kayu manis

pict source by: Google – Tribun Jogja (Tribunnews.com)

Rempah ini merupakan kulit pohon kayu manis yang dikeringkan. Digunakan sebagai campuran dalam makanan dan minuman. Kayu manis mengandung cinnameldehid yang bersifat antibakteri, antijamur, anti radang, antiseptik, dan antioksidan.

Berguna untuk meredakan diare dan meningkatkan nafsu makan. Kayu manis jenis cassia bahkan mampu mengontrol kadar gula darah sehingga bagus untuk penderita diabetes.

Kayu manis juga bersifat afrodisiak, yakni mampu meningkatkan libido dan mengobati disfungsi ereksi. Aromaterapi dari bahan ini bisa meningkatkan gairah seksual pada pasangan.

 

Lada

pict source by: Google – Ramesia Mesin

Rempah yang juga dikenal dengan merica ini, disebut The king of spice. 80% produksi lada Indonesia diekspor keluar negeri. Lada mengandung vitamin B, E, K, serat, dan sinc.

Komoditi ini memiliki rasa pedas, pahit, dan menghangatkan. Pala bermanfaat untuk mengatasi bau mulut, menguatkan gigi, bahan kosmetik, dan pengharum.

 

Cengkeh

pict source by: Google – Info Keluarga Bahagia Indonesia

Orang Eropa menyebutnya Cloves. Cengkeh merupakan tangkai bunga kering beraroma khas yang berasal dari keluarga Myrtaceace. Rempah ini juga merupakan asli tanaman Indonesia.

Memiliki sifat antiinflamasi, antibiotik, anestetik, dan antimikrobial. Di Indonesia digunakan sebagai bahan pembuatan rokok kretek. Bagi orang Cina dipakai dalam dupa dan aromaterapi.

Cengkeh merupakan salah satu rempah mahal. Pada abad 17-18, harga 1 kg cengkeh setara dengan 7 gram emas. Hal ini disebabkan karena cengkeh mampu mengontrol gula darah, mencegah kanker, dan memiliki zat eugenol yang digunakan oleh dokter gigi untuk menenangkan syaraf.

 

Tak heran bila dulu bangsa Eropa ingin menguasai Nusantara. Ternyata alam kita kaya akan rempah-rempah asli Nusantara yang mempunyai banyak manfaat. Sepatutnya kita bersyukur dengan menjaga alam sebaik-baiknya, ya, Basagiters!

 

[Ditulis oleh NCSuryani]

Kategori: Uncategorized

Basagita

Basagita community adalah tempat berkumpulnya para penulis. Baik penulis artikel, fiksi, copywriting, ghoswriter, dan sebagainya. Tidak hanya penulis pemula yang bergabung di situ, tetapi juga penulis senior yang beberapa karya tulisannya sudah diterbitkan oleh mayor publishing atau indie publisihing Bukan hanya berfungsi sebagai wadah yang menampung karya penulis yang ditayangkan di web kita basagita. Basagita community juga mengadakan kelas kepenulisan untuk para penulis pemula, seperti kelas fiksi dan nonfiksi. Selanjutnya mereka dilatih secara intens dalam challenge menulis, sebagai latihan untuk membuat tulisan mereka lebih bagus dan sesuai dengan kaedah PUEBI. Yang lebih menarik lagi, di Basagita Community, ada pasukan buzzer yang siap mempromosikan karya-karya anggota Basagita. Bagi anggota yang mempunyai hobi bisnis, pasukan buzzer juga siap ikut mempromosikannya. Pasukan buzzer juga siap bekerja sama dengan klien di luar komunitas Basagita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *