Basagita Community — Setelah lima dekade, film Mary Poppins kembali hadir. Kamu sudah nonton belum, Basagiters? Kalau belum, coba deh tonton film keluarga musikal yang sarat dengan pesan moral ini.

pict source by Google – Cnet

Film ini mengusung tema musikal, petualangan dan fantasi. Seperti film pertamanya di tahun 1964, sekuel ini masih berkisah tentang nanny penuh keajaiban yang datang ke keluarga Banks. Mary Poppins (Emily Blunt) mendatangi Michael Banks (Ben Whishaw) dan Jane Banks (Emily Mortimer). Terakhir mereka bertemu dengan Mary Poppins adalah saat keduanya kanak-kanak, 25 tahun lalu. Kini, Mary Poppins mengasuh tiga anak Michael yang bernama Annabel (Pixie Davis), John (Nathanael Saleh) dan Georgie (Joel Dawson).

Berlatar belakang kota London pada tahun 1930-an, film ini menyuguhkan dunia imajinasi dan magis khas Disney tanpa meninggalkan kesan klasik. Ada lima pesan moral dalam film Mary Poppins Returns yang bisa menjadi pelajaran dan contoh baik untuk anak-anak maupun mengingatkan kita nih, Basagiters. Apa sajakah itu?

1. Sopan pada orangtua

pict source by Google – Kompas Lifestyle

Di sepanjang film, Basagiters akan melihat nilai kesopanan yang dijunjung tinggi oleh anak-anak keluarga Banks. Hal ini terlihat ketika mereka berbicara dengan orangtua, menawarkan bantuan sampai saat meminta izin saat akan melakukan sesuatu.

2. Mandiri dan disiplin

Meskipun Ibu anak-anak keluarga Banks sudah tiada, tetapi mereka berusaha untuk mandiri dan disiplin. Kehadiran Mary Poppins pun membantu mereka untuk semakin mandiri.

3. Berani dan bertanggung jawab

pict source by Google – Kincir

Annabel, John dan Georgie selalu berani melawan kejahatan. Mereka juga berani mengakui kesalahan tanpa banyak alasan. Selain berani, mereka juga bertanggung jawab untuk mencari solusi dari permasalahan yang ditimbulkan. Wah, hal ini patut kita contoh ya, Basagiters.

4. Optimis dan berpikir positif

pict source by Google – Movfreak.com

Setiap masalah pasti akan ada jalan keluar. Hal inilah yang diceritakan dalam film Mary Poppins Returns. Ketika masalah yang dihadapi Annabel, John dan Georgie semakin pelik, mereka tidak putus asa dan terus mencari jalan keluarnya. Salah satu lagunya pun menceritakan hal tersebut: Now if you’re life is getting foggy. That’s no reason to complain. There’s so much in store (jika hidupmu berkabut, tak ada alasan untuk mengeluh. Akan ada banyak pilihan lainnya).

5. Pantang menyerah

Anak-anak Banks tidak pernah menyerah sampai menit terakhir untuk berjuang. Mereka berusaha sekuat tenaga agar bisa membantu sang ayah agar lepas dari masalah. Rasa kekeluargaan dan jiwa pantang menyerah terasa kental di film ini.

 

Itulah lima pesan moral yang ada di dalam film Mary Poppins Returns. Semua pesan itu tersaji dengan indah bersama dengan tarian, nyanyian serta imajinasi. Selain itu, ada tindakan Mary Poppins yang menurut saya sangat bagus. Dia tidak pernah menentukan keputusan anak-anak Banks. Mary Poppins hanya menemani, memantau, memberi petunjuk kecil dan membantu jika keadaan mulai genting. Dalam hidup, hal ini sangat bagus menjadi pelajaran bagi orangtua. Karena terkadang, orangtua “gatal” ingin membantu anak dengan menentukan keputusan langsung pada saat itu juga, sehingga anak kurang memiliki kemampuan untuk memutuskan sesuatu.

Akting para pemain tidak perlu diragukan lagi. Apalagi banyak tokoh pendukung yang menambah keseruan seperti Meryl Streep, Lin Manuel Miranda sampai Dick Van Dyke. Sutradara Rob Marshall sukses meramu film yang memanjakan mata, telinga sekaligus memberi banyak pesan moral. Secara keseluruhan, film ini membawa penyegaran di musim liburan akhir tahun untuk ditonton bersama keluarga. Jadi, jangan lupa menonton film Mary Poppins Returns di bioskop kesayangan ya, Basagiters!

 

 

[Ditulis oleh Ayas Ayuningtias]


Basagita

Basagita community adalah tempat berkumpulnya para penulis. Baik penulis artikel, fiksi, copywriting, ghoswriter, dan sebagainya. Tidak hanya penulis pemula yang bergabung di situ, tetapi juga penulis senior yang beberapa karya tulisannya sudah diterbitkan oleh mayor publishing atau indie publisihing Bukan hanya berfungsi sebagai wadah yang menampung karya penulis yang ditayangkan di web kita basagita. Basagita community juga mengadakan kelas kepenulisan untuk para penulis pemula, seperti kelas fiksi dan nonfiksi. Selanjutnya mereka dilatih secara intens dalam challenge menulis, sebagai latihan untuk membuat tulisan mereka lebih bagus dan sesuai dengan kaedah PUEBI. Yang lebih menarik lagi, di Basagita Community, ada pasukan buzzer yang siap mempromosikan karya-karya anggota Basagita. Bagi anggota yang mempunyai hobi bisnis, pasukan buzzer juga siap ikut mempromosikannya. Pasukan buzzer juga siap bekerja sama dengan klien di luar komunitas Basagita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *