Basagita Community — Basagiters, Anda pasti sudah mengetahui tentang empat kata emas. Empat kata itu diantaranya adalah; tolong, terimakasih, maaf, boleh/permisi( meminta izin). Empat kata emas tersebut seharusnya bisa kita pakai dalam interaksi terhadap sesama kita. Empat kata yang sebaiknya kita ajarkan kepada anak-anak kita sejak mereka bisa berbicara agar mereka jadi terbiasa mengucapkannya. Empat kata ini pun mempunyai sifat universal jadi bisa dicari padanan katanya dalam berbagai bahasa.

Dan empat kata emas tersebut diantaranya adalah:

1. Tolong

pict from Plukme

Kata pertama, tolong. Kata ini kita pakai ketika meminta bantuan pada orang lain atau meminta orang lain melakukan apa yang kita inginkan. Jangan lupa untuk mengatakan kata tolong ketika kita membutuhkan bantuan. Misalnya, meminta anak untuk buang sampah. Kita bisa katakan, “Tolong buang sampah di tempat sampah ya, Nak.” Dengan kata tolong, kesan yang kita dengar lebih halus daripada tidak memakai kata tolong. Kalau tidak memakai kata tolong, kesannya seperti sebuah perintah. Memang ada perintah yang wajib dan harus dilaksanakan.

Namun, alangkah lebih baik jika dalam interaksi sehari-hari, kita terbiasa mengatakan tolong. Makna lebih dalam dari kata tolong adalah, bahwa kita tidak hidup sendiri di dunia ini. Kita membutuhkan orang lain, ada saat dimana kita membantu mereka, ada saat dimana kita membutuhkan bantuan dari orang lain. Latihlah anak untuk belajar mengucapkan tolong ketika meminta sesuatu. Sebagai orang tua, kita juga harus memberi contoh kepada mereka, untuk mengucapkan tolong saat meminta sesuatu kepada anak kita.

2. Terima kasih

pict from Google

Kata kedua, terima kasih. Kata ini dipakai ketika mendapat bantuan, barang, hadiah, apapun dari orang lain. Terima kasih juga kita ucapkan ketika orang lain sudah melakukan yang kita inginkan. Berterima kasihlah untuk segala hal. Ucapkan terima kasih adalah salah satu bentuk ungkapan syukur. Ucapkan terima kasih kepada Tuhan yang telah mengaruniakan hidup. Ucapkan terima kasih kepada suami, istri, anak-anak kita, tetangga kanan-kiri, dan semua saja yang pernah kita jumpai.

Sudahkah mengucapkan terima kasih hari ini? Jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada anak kita, sekecil apapun yang mereka lakukan. Misalnya, anak berhasil menghabiskan makanan di piring padahal biasanya tidak habis. Kita bisa mengucapkan “terima kasih, sudah menghabiskan makanan di piring”. Mengucapkan terima kasih juga menjadi pujian bagi anak-anak atas apa yang telah berhasil mereka lakukan.

3. Maaf

pict from Kamus Mufradat

Kata ketiga, maaf. Kata ini dipakai ketika kita berbuat salah dan mungkin menyakiti hati orang lain. Maaf dan memaafkan, dua kata yang mudah diucapkan, namun sulit untuk dilaksanakan. Ajarilah anak mengucapkan kata maaf jika mereka bersalah. Sebagai orang tua, kita pun tidak selalu benar. Ada kalanya kita pun pernah bersalah. Jangan ragu untuk meminta maaf kepada anak-anak ketika telah berbuat salah. Meminta maaf dan memaafkan memang membutuhkan waktu. Jangan memaksa anak untuk langsung meminta maaf jika mereka bersalah. Beri mereka waktu dan diajak mengobrol untuk membuat mereka nyaman.

4. Boleh/Permisi

pict from Milagrofonte.com

Kata keempat, boleh/permisi. Kata ini dipakai untuk meminta izin. Misalnya, “Boleh pinjam mainanmu?” Orang tua juga harus bersedia meminta izin kepada anak-anak dan bukannya langsung ambil saja.

 

Keempat kata ini bisa Anda terapkan dalam interaksi sehari-hari dengan sesama dan dapat Anda ajarkan kepada anak-anak sejak dini. Tujuannya agar tercipta relasi yang harmonis dengan orang-orang di sekitar kita dan mengajarkan salah satu nilai sopan santun kepada anak-anak. Namun sekali lagi, orang tua harus memberi contoh. Sebagai orang tua, kita harus terbiasa dulu mengucapkan empat kata emas tersebut sebelum mengajarkannya pada anak-anak.

Mari membiasakan diri memakai empat kata emas tersebut dalam interaksi di dalam keluarga maupun di masyarakat. Selamat mencoba, Basagiters!

 

[Ditulis oleh Apriliana Kuntorowati]


Basagita

Basagita community adalah tempat berkumpulnya para penulis. Baik penulis artikel, fiksi, copywriting, ghoswriter, dan sebagainya. Tidak hanya penulis pemula yang bergabung di situ, tetapi juga penulis senior yang beberapa karya tulisannya sudah diterbitkan oleh mayor publishing atau indie publisihing Bukan hanya berfungsi sebagai wadah yang menampung karya penulis yang ditayangkan di web kita basagita. Basagita community juga mengadakan kelas kepenulisan untuk para penulis pemula, seperti kelas fiksi dan nonfiksi. Selanjutnya mereka dilatih secara intens dalam challenge menulis, sebagai latihan untuk membuat tulisan mereka lebih bagus dan sesuai dengan kaedah PUEBI. Yang lebih menarik lagi, di Basagita Community, ada pasukan buzzer yang siap mempromosikan karya-karya anggota Basagita. Bagi anggota yang mempunyai hobi bisnis, pasukan buzzer juga siap ikut mempromosikannya. Pasukan buzzer juga siap bekerja sama dengan klien di luar komunitas Basagita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *