Basagita Community — Selamat pagi, Basagiters! Gelaran Asian Games 2018 yang sedang berlangsung di Jakarta-Palembang menuai kesuksesan. Saat ini Indonesia berada di peringkat kelima. 13 emas dipersembahkan dari berbagai cabang olahraga. Salah satunya adalah cabang olahraga sepeda gunung (MTB) nomor downhill.

pict from google

Masih hangat diperbincangkan cabor sepeda gunung yang dipertandingkan di Khe Bun Subang, Jawa Barat telah berhasil menyumbangkan 3 medali. Berada di urutan pertama Khoiful Mukhib di cabang sepeda gunung (MTB) nomor downhill putra. Menjadikannya yang tercepat dengan catatan waktu terbaik 2 menit 16,687 detik. Sedangkan di sepeda gunung (MTB) nomor downhill putri ada Tiara Prastika Andini dengan catatan waktu 2 menit 33,056 detik. Perolehan perunggu di nomor ini juga berhasil didapatkan oleh Nining Porwaningsih dengan catatan waktu 2 menit 42,664 detik.

Apa sih rahasianya yang membuat mereka ini berhasil menyabet medali emas dan mengharumkan nama bangsa?

Khoiful Mukhib

Berikut penuturan Khoiful Mukhib, saat Kitabasagita.com melakukan wawancara melalui telepon.

Menurut penuturan pebalap downhill berusia 27 tahun ini, persiapan matang yang dilakukan untuk Asian Games sendiri sudah dari tahun 2016. Tim cabor sepeda gunung (MTB) kemudian di karantina di training center di kota Malang, Jatim. Untuk diberikan pengarahan dan latihan yang lebih intensif.

Trek Khe Bun di Subang sendiri termasuk trek baru dan baru saja dimodifikasi. “Trek di Subang asik dan merupakan trek standar internasional. Dengan panjang trek 1,5 km dan terdapat beberapa titik yang membutuhkan konsentrasi. Selain konsentrasi kecepatan atau speed harus sangat dijaga,” tutur Mukhib yang awal September nanti akan menjadi seorang ayah.

“Trek ini juga sangat menantang, ada table top, double jump dan negatif section yang membuat saya harus selalu fokus dan menjaga kecepatan dengan baik,” ujarnya.

Aksi Mukhib di Trek Subang Asian Games 2018

Ada banyak negatif section yang tidak bisa dipelajari dalam sehari saja. Dan Timnas Indonesia sudah berlatih sejak 3 bulan. Kiprah Mukhib di dunia balap sepeda sudah tak diragukan lagi. Tercatat beberapa kali Mukhib menjadi yang tercepat di kejuaraan Indonesian Downhill (IDH).

Tampil maksimal dan gemilang di perhelatan akbar Asian Games 2018 sampai meraih medali emas membuat Mukhib sangat bersyukur dan bangga bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia. “Ini juga merupakan rejeki anak saya yang masih di dalam kandungan”, tutupnya mengakhiri percakapan sebagai atket penyabet emas di nomor downhill.

 

[Ditulis oleh Dian Wahyu Puspitasari]


Basagita

Basagita community adalah tempat berkumpulnya para penulis. Baik penulis artikel, fiksi, copywriting, ghoswriter, dan sebagainya. Tidak hanya penulis pemula yang bergabung di situ, tetapi juga penulis senior yang beberapa karya tulisannya sudah diterbitkan oleh mayor publishing atau indie publisihing Bukan hanya berfungsi sebagai wadah yang menampung karya penulis yang ditayangkan di web kita basagita. Basagita community juga mengadakan kelas kepenulisan untuk para penulis pemula, seperti kelas fiksi dan nonfiksi. Selanjutnya mereka dilatih secara intens dalam challenge menulis, sebagai latihan untuk membuat tulisan mereka lebih bagus dan sesuai dengan kaedah PUEBI. Yang lebih menarik lagi, di Basagita Community, ada pasukan buzzer yang siap mempromosikan karya-karya anggota Basagita. Bagi anggota yang mempunyai hobi bisnis, pasukan buzzer juga siap ikut mempromosikannya. Pasukan buzzer juga siap bekerja sama dengan klien di luar komunitas Basagita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *