Basagita Community — Basagiters! Sesibuk apapun orang tua, pasti kelekatan dan momen dengan anak adalah hal terindah yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Terkadang orang tua super sibuk yang memiliki pekerjaan bingung mencari cara untuk membangun dan memperkuat bonding dengan anak. Padahal bonding atau kelekatan akan memicu kepercayaan anak pada orang tua dan perasaan disayang dalam dirinya. Membuat anak selalu ingin ‘pulang’ karena tahu sesibuk apapun orang tuanya, dia tetaplah prioritas. Coba lakukan tujuh kegiatan di bawah ini. Tidak perlu waktu dan biaya yang besar, bahkan beberapa di antaranya dapat dilakukan di sela-sela waktu kerja orang tua.

 

Membacakan dongeng dan buku

Bersama-sama membacakan dongeng untuk anak (Google)

Kegiatan ini adalah favorit anak hampir di segala usia. Bahkan si pra remaja pun akan senang saat Anda menyempatkan waktu lima belas menit saja bercerita sebelum dia tidur. untuk anak balita, dongeng dan cerita berima sangat menarik. Pilih buku yang memiliki ilustrasi menarik, atau gunakan imajinasi Anda. Sepasang kaos kaki usang yang diberi mata bisa menjadi teman mendongeng yang seru, lho! Untuk anak yang sudah bisa membaca, Anda bisa bergantian membaca buku dengannya. Atau sekedar pillow talk bersama si kakak yang beranjak remaja, mendengarkan kisahnya seharian ini. Bukan hanya memperkuat ikatan, kegiatan ini juga membantu Anda memantau perkembangan dan kegiatan si kecil selama Anda tinggalkan.

Berkegiatan bersama

Mencari kegiatan bersama dengan melibatkan anak (Selipan.com)

Sesekali lakukan kegiatan atau hobi bersama anak. Entah itu berolah raga, mendiskusikan buku bersama-sama, karaoke atau bertanding PS di rumah, atau melakukan pekerjaan rumah bersama-sama. Berbelanja bisa menjadi acara menyenangkan bagi si kakak. Atau mencuci mobil dan motor bersama-sama, dilanjutkan dengan saling semprot. Siapa yang tahan pada godaan bermain air dan basah-basahan? Apalagi dengan keluarga tersayang. Berkegiatan bersama dapat menjadi ajang mengajari ananda hal-hal baru, memahami anak lebih dalam, dan menghilangkan penat setelah beraktivitas seharian.

Terlibat dalam kegiatan sekolah anak

Luangkan waktu untuk mengantar atau menjemput anak dari sekolah (Google)

Pada dasarnya sekolah adalah mitra orang tua dalam mendidik anak. Dalam artian orang tua tidak bisa hanya menyerahkan anak sepenuhnya pada sekolah, dan tinggal menunggu hasil sesuai yang diinginkan. Psikolog Elly Risman menyebut tipe seperti itu sebagai ‘meng-outsource pendidikan anak’. Terlibatlah dalam kegiatan sekolah anak Anda. Entah itu membantunya mengerjakan PR, menemani saat ananda bertanding olah raga, menghadiri pertemuan orang tua dan guru, atau menemaninya membuat proyek yang ditugaskan gurunya. Tentu Anda harus menyesuaikan dengan jadwal kerja Anda. Paling tidak hadirlah sekali dalam sebulan di salah satu kegiatan sekolah anak Anda. Jangan ragu berteriak paling keras saat dia berhasil membobol gawang lawan, misalnya. Atau memberi aplaus pada penampilan panggungnya. Beri selamat dan hargai usahanya, apapun hasilnya. PR yang tidak bernilai sempurna bukan berarti kiamat, bukan?

Nge-date bersama anak

Melakukan aktivitas hanya berdua dengan anak (keluarga)

Untuk Anda yang memiliki lebih dari satu anak, kencan bersama anak sangat penting. Jadwalkan satu hari di saat weekend untuk kencan dengan si kakak, misalnya. Hanya berdua, tanpa gangguan adik dan ocehan ibu. Bulan depannya, giliran ibu yang kencan dengan kakak, sementara ayah kencan dengan si adik. Satu hari anak memiliki ayah atau ibunya hanya untuk dirinya tanpa interupsi dari saudara kandung, adalah momen penting untuk menguatkan ikatan dan membuat si anak percaya bahwa dia masih sangat disayang, walau di hari lain perhatian orang tua harus terpecah pada pekerjaan, dan dia harus berbagi perhatian dengan saudaranya.

Berkemah

berkemah bersama anak-anak (Tribunnews)

Berkemah bersama keluarga dapat meningkatkan rasa saling percaya, ketahanan diri, kemampuan memecahkan masalah, dan kreativitas. Family camp juga bisa menjadi ajang berbagi atau curhat. Ngobrol dengan anak di depan api unggun sambil makan ubi bakar, saling melempar lelucon dan tertawa bersama, akan menjadi kenangan indah yang mengikat ananda dengan orang tuanya, bahkan hingga dia dewasa. Tak perlu khawatir akan fasilitas saat berkemah, karena di banyak spot dan bumi perkemahan sekarang sudah tersedia fasilitas premium camp. Untuk Anda yang belum terbiasa berkemah di alam bebas. Atau, berkemah di halaman belakang juga bisa. Dirikan tenda, matikan lampu, dan nikmati berkemah ala-ala bersama keluarga.

Beribadah bersama

Selalu menyempatkan waktu untuk beribadah bersama anak-anak untuk mendekatkan diri kepada Tuhan (UiTO)

Kegiatan beribadah dapat memperkuat ikatan dan kelekatan dengan anak, selain juga mengajarkan mereka nilai-nilai spiritual yang dianut keluarga. Bagi Muslim, momen sholat berjamaah, mengaji bersama, atau sahur dan berbuka puasa bersama keluarga bisa menjadi acara syahdu dan tidak terlupakan bagi anak. Begitupun dengan penganut agama lain. Lakukan ritual ibadah bersama keluarga, biarkan anak mendengar doa-doa yang Anda langitkan pada Sang Maha Kuasa tentang dirinya dan keluarga Anda. Harapan dan doa Anda akan menjadi cambukan semangat bagi ananda untuk menjadi lebih baik.

Menciptakan ritual bersama anak

membiasakan membaca buku sebagai ritual bersama keluarga (Google)

Asma Nadia memiliki ‘diary rahasia ibu dan anak’ bersama anak sulungnya. Mereka terbiasa menuliskan satu kalimat sehari di dalam buku itu dan saling berbalas pesan. Hanya Asma dan si sulung yang tahu apa isi bukunya. Di tempat lain, sebelum tidur kedua orang tua memiliki ritual mencium kening anak-anaknya dan membisikkan doa dan penyemangat bagi mereka. Anda dapat membuat ritual tersendiri bagi anak. Membuatkan bekal sekolah, menyelipkan sticky note berisi ungkapan sayang di dalam tasnya, adalah ritual. Kebiasaan-kebiasaan yang Anda lakukan bersama anak akan membekaskan rasa nyaman di hatinya, dan otomatis memperkuat bonding Anda dengan anak.

 

Tujuh kegiatan di atas mudah dilakukan, bukan? Tujuannya adalah memberi keyakinan pada anak bahwa bagi Anda berdua, keluarga tetap yang utama. Yuk, perkuat bonding dengan anak sejak dini, Basagiters. Sebelum nanti mereka dewasa dan siap meninggalkan rumah, membangun kehidupannya sendiri. Karena jika saat itu datang Anda tinggal menuai usaha tersebut, dan mereka yang memiliki ikatan kuat dengan orang tuanya akan selalu ingat untuk kembali.

 

[Ditulis oleh Adzra Tsabitha]


Basagita

Basagita community adalah tempat berkumpulnya para penulis. Baik penulis artikel, fiksi, copywriting, ghoswriter, dan sebagainya. Tidak hanya penulis pemula yang bergabung di situ, tetapi juga penulis senior yang beberapa karya tulisannya sudah diterbitkan oleh mayor publishing atau indie publisihing Bukan hanya berfungsi sebagai wadah yang menampung karya penulis yang ditayangkan di web kita basagita. Basagita community juga mengadakan kelas kepenulisan untuk para penulis pemula, seperti kelas fiksi dan nonfiksi. Selanjutnya mereka dilatih secara intens dalam challenge menulis, sebagai latihan untuk membuat tulisan mereka lebih bagus dan sesuai dengan kaedah PUEBI. Yang lebih menarik lagi, di Basagita Community, ada pasukan buzzer yang siap mempromosikan karya-karya anggota Basagita. Bagi anggota yang mempunyai hobi bisnis, pasukan buzzer juga siap ikut mempromosikannya. Pasukan buzzer juga siap bekerja sama dengan klien di luar komunitas Basagita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *