Lahan basah – Wetland atau sering dikenal dengan nama lahan basah, merupakan wilayah yang tanahnya selalu penuh dengan air, entah itu permanen atau musiman. Wilayah-wilayah yang tergenang air, baik sebagian atau seluruhnya, bisa saja digenangi oleh lapisan air dangkal sehingga membentuk rawa-rawa, payau, dan lahan gambut. Karena negara kita sebagian besar dikelilingi oleh lautan dan hutan, maka terdapat beberapa spot wisata lahan basah yang menarik dan bisa kamu kunjungi. Misalnya saja di beberapa taman nasional, sebut saja Kerinci Seblat, Tesso Nilo, Sembilang, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Lahan basah, merupakan kawasan wilayah yang memiliki potensi ragam hayati yang sangat tinggi, jika dibandingkan dengan ekosistem yang lainnya. Di atas lahan basah, kita dapat menjumpai tanaman khas seperti tanaman Bakau, Mangrove, payau dan lain sebagainya. Untuk fauna yang ada di lahan basah juga beragam, dari biawak, kura-kura, ular, buaya dan lain sebagainya. Mengingat pentingnya lahan basah, banyak negara yang memiliki kawasan lahan basah mendapat perhatian khusus dan diawasi dengan ketat penggunaannya, serta dimasukkan dalam program konservasi dan rancangan pelestarian.

Nah, kali ini Basagita punya beberapa referensi wisata lahan basah yang bisa kamu temui di Indonesia. Mengingat perjalanan yang harus ditempuh berupa hutan, kamu harus siap untuk menempuh jalur ekstrem untuk menikmati pesona alam yang cantik.

 

Wisata Lahan Basah

1. Rawa Pening

Rawa Pening yang terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah ini, merupakan salah satu destinasi yang menjadi daya tarik wisatawan. Rawa Pening yang memiliki arti air jernih, memiliki luas area mencapai 2.670 hektar berupa danau. Keindahan alam danau Rawa Pening tak bisa dipungkiri, kamu bisa menikmati pesona alam yang menakjubkan. Untuk dapat mengakses onjek wisata Rawa Pening, kamu bisa menempuh perjalanan menuju kecamatan Ambarawa. Selain itu bisa kamu bisa juga mengambil alternatif wilayah Bawen, Tuntang dan Banyubiru. Kamu bisa menikmati keindahan rawa dengan berbagai macam tumbuhan air yang sangat cantik berlatar belakang Gunung Merbabu, Gunung Ungaran, dan Gunung Telomoyo yang terkenal Eksotis.

2. Rawa Biru

Tidak banyak orang tahu tentang lokasi wisata yang satu ini. Meskipun demikian, keindahan alam Rawa Biru patut untuk di acungi jempol. Rawa Biru terletak di Banyuwangi, letaknya dekat dengan dua pantai, yaitu pantai Grajagan dan pantai Lampon. Suasana di Rawa Biru berupa hamparan danau yang di kelilingi tanaman air, begitu serasi dengan perbukitan di sekitarnya. Karena letaknya dekat dengan pantai, kamu akan mendengar deburan ombak memecah kesunyian. Selain itu, udara di Rawa Biru beraromakan laut. Untuk mencapai ke danau ini, kamu harus melewati rimbunnya hutan yang dikelola oleh Perhutani. Ada beberapa tanaman yang menghiasi jalur perjalanan menuju Rawa Biru seperti Mangrove, Mahoni, hingga padang rumput.

3. Rawa Binong

Rawa Binong merupakan destinasi wisata yang berada di Kampung Rawa Binong, Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat. Beberapa yang lalu, ada dukungan dari Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, untuk menetapkan lokasi ini menjadi lokasi wisata lahan basah yang bisa dieksplorasi keindahannya. Salah satunya dengan melakukan beberapa perbaikan seperti Turab atau irigasi Rawa Binong sepanjang 110 meter. Selain itu, ada beberapa fasilitas yang bisa kamu gunakan untuk bersantai serta disediakan juga tempat untuk memancing. Pada waktu tertentu, masyarakat mengadakan festival dan perlombaan di area Rawa Biru.

Untuk memperingati hari lahan basah sedunia yang jatuh pada tanggal 2 Februari ini, kita juga harus ikut menjaga lingkungan sekitar, termasuk lahan basah. Karena lahan basah berperan penting untuk kehidupan dan ekosistem bagi manusia.


Basagita

Basagita community adalah tempat berkumpulnya para penulis. Baik penulis artikel, fiksi, copywriting, ghoswriter, dan sebagainya. Tidak hanya penulis pemula yang bergabung di situ, tetapi juga penulis senior yang beberapa karya tulisannya sudah diterbitkan oleh mayor publishing atau indie publisihing Bukan hanya berfungsi sebagai wadah yang menampung karya penulis yang ditayangkan di web kita basagita. Basagita community juga mengadakan kelas kepenulisan untuk para penulis pemula, seperti kelas fiksi dan nonfiksi. Selanjutnya mereka dilatih secara intens dalam challenge menulis, sebagai latihan untuk membuat tulisan mereka lebih bagus dan sesuai dengan kaedah PUEBI. Yang lebih menarik lagi, di Basagita Community, ada pasukan buzzer yang siap mempromosikan karya-karya anggota Basagita. Bagi anggota yang mempunyai hobi bisnis, pasukan buzzer juga siap ikut mempromosikannya. Pasukan buzzer juga siap bekerja sama dengan klien di luar komunitas Basagita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *